Jumat, 10 April 2026

BATAM TERKINI

Hotel dan Restoran di Batam Diminta Hidangkan Makanan Khas Melayu

Hotel, restoran dan tempat hiburan di Batam diimbau untuk memutar lagu atau musik Melayu juga diminta menyajikan hidangan khas Melayu.

|
Penulis: Dewi Haryati |
TRIBUNBATAM/Andriani
Putu Piring salah satu menu khas melayu 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Menindaklanjuti Peraturan Daerah nomor 1 tahun 2018 tentang Pemajuan Kebudayaan Melayu, kini hotel, restoran, dan tempat hiburan di Batam diimbau untuk memutar lagu atau musik Melayu di tempat usahanya.

Selain itu, hotel-hotel juga diminta menyediakan masakan khas Melayu pada menu sajiannya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata mengatakan, Wali Kota Batam sudah membuat surat edaran terkait hal itu.

Dan ditindaklanjuti dinasnya ke Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batam.

"Selain ke PHRI, surat edaran ini secara simbolis kita serahkan ke Sekretaris Daerah dan Sekretaris DPRD. Kita berharap sebelum ke swasta, amanat Perda ini terlebih dulu dilaksanakan pemerintah," kata Ardi, Sabtu (10/8/2019).

Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin berharap, Perda ini dapat dilaksanakan seluruh masyarakat Kota Batam.

Tiba di Kota Batam Ibu Negara Iriana Joko Widodo Disambut dengan Tarian Melayu

Berhias Ornamen Melayu, Walikota Batam Tinjau Pembangunan Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah

Seperti Model, Puluhan Paud dan TK di Tanjungpinang Ikuti Lomba Busana Melayu

Karena apa yang diatur dalam Perda tersebut merupakan ciri khas daerah.

"Kepada seluruh pengusaha terutama bidang pariwisata, tanamkan dalam mindset kita budaya Melayu harus ditinggikan seranting didulukan selangkah, Melayu sebagai payung negeri," ujarnya.

Ia mencontohkan hotel-hotel di Bali.

Pegawainya setiap hari menunjukkan kekhasan dengan pakai udeng.

Untuk Batam, paling tidak ada satu kali dalam seminggu yang menunjukkan kekhasan budaya itu.

"Tapi benar-benar pakaian Melayu yang lengkap. Betul-betul pakai songkok atau tanjak," kata Jefridin.

Sedangkan dari sisi musik, misalnya dengan pemasangan musik instrumental Melayu di hotel, restoran, mal, pelabuhan, dan bandara.

Atau akan lebih baik apabila ada sajian penampilan live dari pemain musik tradisional. Begitu juga dari sisi menu makanan.

Ia melanjutkan, pemakaian baju, pemutaran musik, hidangan menu khas, hingga penjualan souvenir ini, bisa membantu memperkenalkan Melayu Kepulauan Riau ke daerah lain. Termasuk wisatawan mancanegara.

Selain itu penggunaan bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar pun bisa jadi pilihan. Seperti yang sudah diterapkan di beberapa ruang publik di Pekanbaru.

"Di Pekanbaru yang umumkan, itu sudah mulai gunakan bahasa melayu. Kenapa Batam tidak," katanya. (*/tribunbatam.id/dewi haryati)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved