Jaringan Narkotika Jenis Sabu Terbongkar di Batam, Satu Tersangka Tak Kapok Jadi Kurir

Selain berhasil mengamankan empat orang tersangka dengan total barang bukti sabu sekitar 38,66 kg, Polresta Barelang juga berhasil mengungkap peran da

Jaringan Narkotika Jenis Sabu Terbongkar di Batam, Satu Tersangka Tak Kapok Jadi Kurir
TRIBUNBATAM.ID/EKO SETIAWAN
Kapolresta Barelang, Kombes Pol Hengki menemui tersangka pembawa sabu 38,66 kg dalam ekspose perkara, Selasa (13/8/2019) siang. Hengki mengatakan, barang tersebut datang dari Malaysia dan kemudian dibawa ke Batam. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Keberhasilan Polresta Barelang membongkar jaringan peredaran narkotika jenis sabu di Batam, Selasa (6/8/2019) lalu, tentu menjadi perhatian tersendiri.

Selain berhasil mengamankan empat orang tersangka dengan total barang bukti sabu sekitar 38,66 kg, Polresta Barelang juga berhasil mengungkap peran dari masing-masing tersangka.

Diketahui, satu orang tersangka merupakan residivis atas kasus serupa beberapa waktu lalu.

Tersangka itu berinisial PS, seorang warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjung Pinang, Provinsi Kepri.

Ketua DPRD Kepri Minta Kasus Pengedar Narkoba di Lapas Tanjungpinang Diusut Kementrian

Aksi Penusukan di Jalanan Sidney Siang Bolong, Satu Wanita Tewas dan Seorang Lainnya Luka-luka

Persib Bandung vs Borneo FC di Pekan 14 Liga 1 2019, Laga Emosional Bagi Mario Gomez dan Wildansyah

Pawai Taptu Hari Kemerdekaan Digelar di Dataran Engku Hamidah, Ada Beberapa Ruas Jalan Ditutup

Menurut Kapolresta Barelang, Kombes Pol Hengki, PS merupakan seorang residivis yang ikut diamankan setelah kasus ini dikembangkan.

Saat itu, PS diamankan oleh Polresta Barelang di Batam akibat kepemilikan 20 ribu butir narkotika jenis ekstasi.

"Dia mendapat hukuman 14 tahun penjara dan baru menjalani 5 tahun," ucap Hengki selesai konferensi pers digelar.

Sementara itu, narkotika jenis sabu ini menurut Hengki lagi akan dibawa menuju Kota Jakarta.

"Ini dari Malaysia, dan saat dibawa ke Batam berhasil kami amankan," tambahnya.

Peran PS dalam kasus ini juga diungkap olehnya sebagai pengendali peredaran 'barang haram' itu dari dalam lapas.

Selain itu, Hengki menambahkan kasus ini masih akan terus dikembangkan oleh pihaknya. (dna)

Penulis: Dipa Nusantara
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved