BPOM Kepri Amankan Produk Komestik Ilegal Senilai Rp168 Juta, Ditangkap di 2 Tempat di Batam

Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kepri kembali menertibkan produk ilegal senilai Rp168 juta. Produk Ile

BPOM Kepri Amankan Produk Komestik Ilegal Senilai Rp168 Juta, Ditangkap di 2 Tempat di Batam
tribunbatam.id/Leo Halawa
Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kepri kembali menertibkan produk ilegal senilai Rp168 juta 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kepri kembali menertibkan produk ilegal senilai Rp168 juta.

Produk Ilegal tersebut diamankan di dua lokasi yang ada di mall Avava, Nagoya dan Pasar Botania 1, Batam center pada Senin (12/8/2019) lalu.

Kepala BPOM Kepri, Yosef Dwi Irwan menjelaskan bahwa pihaknya menyita produk kosmetik tanpa izin edar sebanyak 8380 pcs dari 125 item dari 22 konter yang berada di mall Avava, Nagoya.

"Sementara itu, untuk di pasar Botania 1, kita menyita produk obat tradisional ilegal sebanyak 46 pcs dari 16 item. Jadi dominan produk ilegal ini adalah produk kosmetik," beber Yosef dalam konferensi persnya di Kantor BPOM Kepri, Nongsa pada Kamis (15/8/19) sore.

Terungkap Motif Pelaku Rekam Video Vina Garut, Ngaku Bukan Buat Disebar Tapi Ada 44 Rekaman Dijual

Cinta Sejati Itu Ada, Pria Berbadan Gemuk Ini Berhasil Taklukan Wanita Cantik Pujaan Hatinya

Tak Terima Nilai Pesangon, Mantan Karyawan Adukan Manajemen Hotel Palapa Karimun ke Disnaker

Kepala BP Batam Tantang Menteri Perhubungan, Desember Nanti Pelni Sudah Ada Pelabuhan Baru

Lanjutnya, saat timnya menertibakan di lokasi mall Avava, para pedagang sudah kabur, sehingga pihak belum mengetahui siapa distributor dari produk-produk ilegal tersebut.

"Artinya, dari sejumlah produk ilegal yang sudah diamankan, pihaknya akan mendalami hal tersebut, sehingga kita bisa mengetahui siapa suppliernya untuk wilayah Batam," ucap Yosef.

Menurut Yosef, peredaran produk ilegal tersebut dominan beredar di pasaran modern atau pusat perbelanjaan, seperti di mall dan retail lainnya. Selain itu juga melalui belanja Online.

"Namun kita tetap awasi secara intensif meskipun membutuhkan waktu yang lebih lama. Diketahui untuk produk ilegal ini notabenenya kita ketahui ada di seluruh Indonesia," jelasnya.

Dikatakan, para produsen produk ilegal tersebut menggunakan label luar negeri, namun ini tidak menutup kemungkinan bisa jadi di produksi sendiri, seolah-olah buatan luar negeri, sehingga bisa lebih meyakinkan para costumer.

5 Wisata Kuliner Unik di Hongkong, Hidangkan Nasi Dengan Lauk Kaki Kodok

Ingin Tarikan Yamaha FreeGo Lebih Responsif? Pakai Komponen Yamaha NMAX

10 Aktor Korea Selatan Ini Curi Perhatian Penggemar dengan Mata Indahnya, Ada Favoritmu?

Huawei Tawarkan Aplikasi Pesaing Google Maps, Bagaimana Keunggulannya?

"Maka itu, kita juga selalu mengimbau kepada costumer untuk cek KLIK, yakni Cek Kemasan jangan sampai terima produk dengan kemasan rusak, Cek Label kelengkapan label seperti nama dan alamat produsen atau importir, komposisi, netto, kode produksi, ED, Cek Izin Edar, sebagaimana harus terdaftar di BPOM dan cek Kadaluarsa," jelasnya.

Apabila masyarakat membutuhkan informasi ataupun menemukan produk tanpa izin edar tentang Obat dan Makanan dapat segera menghubungi Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) BPOM Batam di (0778) 761490 atau datang langsung di kantor BPOM Batam di Jl. Hang Jebat, Kel. Batu Besar, Kec. Nongsa - Batam. (tribunbatam.id/leo halawa)

Penulis: Leo Halawa
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved