WISATA SINGAPURA

Menteri Industri Singapura: Integrasi & Inovasi Kunci Perusahaan Berumur Panjang

Chan Chun Sing, Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Tanggapi perusahaan di Singapura yang ingin berumur panjang dengan Integrasi dan Inovasi.

Menteri Industri Singapura: Integrasi & Inovasi Kunci Perusahaan Berumur Panjang
KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIA
Chan Chun Sing, Menteri Perdagangan dan Industri Singapura 

TRIBUNBATAM.id - Menurut Chan Chun Sing, Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, ada dua hal kunci untuk membuat perusahaan di Singapura berumur panjang.

Chan Chun Sing mengungkapkan, dua kunci perusahaan di Singapura berumur panjang adalah Integrasi dan Inovasi.

Hal ini karena rata-rata umur perusahaan di Singapura telah berubah dan menurun, yang sebelumnya bisa mencapai 50 tahun menjadi 15 tahun.

"Jika kita bisa mengingat dua kata, yaitu berinovasi dan berintegrasi, saya pikir perusahaan seperti IBM dan negara seperti Singapura bakal memiliki masa depan yang cerah.

Namun, jika kita kehilangan keduanya, kita selesai," ujar dia ketika memberikan paparan dalam IBM Think Singapura, Rabu (14/8/2019).

Dia pun mengatakan, saat ini dunia tengah dihadapkan pada kondisi yang menantang.

Sebab, banyak pihak yang tak lagi memercayai pentingnya integrasi dalam menjalankan sebuah sistem.

Contohnya saja, perang dagang Amerika Serikat dan China yang kian memanas, keputusan Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa yang kemungkinan besar bakal berakhir tanpa kesepakatan yang membuat ketidakpastian di pasar keuangan kian meningkat.

Berbagai negara di kawasan Asia Tenggara pun terimbas hal ini.

Indonesia, pada kuartal II-2019 mencatatkan kinerja pertumbuhan ekonomi sebesar 5,05 persen, lebih lambat dari kuartal sebelumnya yang sebesar 5,07 persen.

Adapun pertumbuhan ekonomi Sigapura tumbuh negatif 3,03 persen di kuartal II-2019 jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.

Kinerja ekspor negara dengan pasar keuangan paling terbuka di kawasan Asia Tenggara ini pun merosot hingga 14,6 persen di kuartal II-2019.

Dia pun mencontohkan bagaimana perusahaan multinasional sekelas IBM mampu bertahan hingga lebih dari 100 tahun.

"(Yang membuat IBM bertahan) adalah adanya lingkungan internasional yang memungkinkan semua layanan dan produk IBM terintegrasi.

IBM hanya dapat terus berhasil seperti halnya perusahaan multinasional lainnya saat ini jika ada dunia yang terintegrasi," ujar dia.

Hal lain yang tak kalah penting adalah inovasi.

Chan mengatakan, di awal berdiri, IBM merupakan yang memroduksi barang untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Namun kini IBM telah bergeser menjadi raksasa teknologi yang memberikan layanan jasa dan solusi bagi pasar melalui kecerdasan buatan.

"Apa yang kita miliki saat ini datang dari masa lalu, dan masa lalu bukanlah jaminan untuk masa depan.

Produk, ide, dan apa yang telah kita lakukan dengan baik di masa lalu lah yang menjadi jaminan untuk sukses," ujar dia.

BMKG Prakirakan Hujan di Semua Wilayah Kepri, 4 Provinsi Ini Berpotensi Hujan dan Petir

Penetapan Walikota Ex Officio Masih Tunggu Revisi PP

Selain Angela Tanoesoedibjo, 10 Tokoh Muda Ini Diperkirakan Jadi Menteri Jokowi, Siapa Saja?

Lihat Kemewahan Kediaman Momo Geisha, Rumah 5 Lantai dengan Kolam Renang yang Luas

Siapkan Paspor Hingga Penginapan Strategis, Ini Tips Wisata Seru ke Singapura

Enggan Turuti Nafsu Oknum Polisi Bripka, Gadis Ini Diancam Foto Tak Senonoh Disebar

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Integrasi dan Inovasi Jadi Kunci Perusahaan Berumur Panjang".

Editor: Putri Larasati Anggiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved