BATAM TERKINI
16 Tahun Mangkrak, Gedung Sekolah Intelijen Batam Bakal Dijadikan Sekolah Terpadu
Berdiri kokoh sejak tahun 2003 lalu di Nongsa, bangunan yang semula akan dijadikan sekolah intelejen internasional kini mangkrak tak difungsikan.
TRIBUNBATAM.id, BATAM – Berdiri kokoh sejak tahun 2003 lalu, gedung tua di sekitar kawasan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 8, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, menyisakan banyak cerita.
Selain sering dijadikan tempat ‘nongkrong’ para anak usia remaja di sekitar, gedung ini juga sering disebut kawasan angker.
Bukan tanpa sebab, pembangunan gedung ini telah lama tidak dilanjutkan dan dibiarkan begitu saja terbengkalai.
“Dulu akan dibangun sekolah intelijen internasional katanya. Namun sejak mangkrak, gedung telah berganti kepemilikan,” ucap Lurah Sambau, Awaluddin, kepada Tribun, Jumat (16/8/2019).
Pantauan Tribun di lokasi, kegagalan pembangunan gedung ini hanya menyisakan bangunan tua disertai portal yang telah kusam dan bertuliskan “Dilarang masuk, bukan tempat untuk umum. Awas anjing sering dilepas!”.
“Kepemilikan telah diambil alih oleh PT Satelit Barelang kalau tidak salah. Kemungkinan akan dibangun kawasan sekolah terpadu,” sambung Awaluddin.
Nantinya, Awaluddin bercerita, pihak pengembang akan mendirikan sekolah mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga ke perguruan tinggi (PT).
• Tiga Tahun Mangkrak, Sejak Dibangun Pelabuhan Sijantung di Galang Tidak Pernah Berfungsi
• Mangkrak, Paling Cepat Pelabuhan Pelni Sekupang Baru Bisa Dipakai 2020
• Masalah Kampung Tua Mangkrak, Ranperda Kembali Diserahkan ke Pemko Batam
Tak hanya itu, halaman di samping gedung juga akan disulap menjadi sarana olahraga disertai lapangan sepakbola.
“Memang pihak perusahaan sudah memasukan surat permohonan dan telah melakukan sosialisasi pula ke warga di sini. Cuma tak tahu kenapa kok belum dieksekusi, nayngkut mungkin di atas,” ucapnya sambil terus menjelaskan.
Awaluddin mengakui, mangkraknya gedung ini bukan tanpa sebab.
Sempat diresmikan oleh Presiden kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarno Putri, pembangunan mulai terhenti sejak perpindahan kekuasaan ke presiden selanjutnya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
“Mungkin karena estafet kepemimpinan itu,” bisik Awaluddin.
Begitu banyak cerita di gedung tua ini.
Walau hanya diam membisu, gedung ini turut menjadi saksi tiap kenakalan remaja di sekitar.
Mulai dari balap liar, perbuatan tidak senonoh, serta penangkapan penggunaan narkoba.
“Memang sering ada laporan. Cuma pernah memang ada ketangkap narkoba di situ,” ucap Awaluddin lagi.
Menurutnya, jika tidak percaya, silahkan untuk datang dan melihat muda-mudi bercengkerama di sana pada hari Sabtu ataupun Minggu.
“Sabtu dan Minggu itu banyak di sana mereka kumpul biasanya,” katanya. (tribunbatam.id/dipanusantara)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/16082019sekolah-intelejen-internasional.jpg)