Asus Pindahkan Produksi Ponsel Zenfone dari China ke Batam

Seorang pembocor gadget kenamaan, Roland Quandt, baru-baru ini menulis bahwa Asus telah memindahkan sebagian besar produksi ponselnya ke Indonesia.

Asus Pindahkan Produksi Ponsel Zenfone dari China ke Batam
Oik Yusuf/ Kompas.com
Model menunjukkan smartphone Asus Zenfone 2 dalam acara peluncuran di Jakarta, Selasa (21/4/2015)(Oik Yusuf/ Kompas.com) 

TRIBUNBATAM.id - Seorang pembocor gadget kenamaan, Roland Quandt, baru-baru ini menulis bahwa Asus telah memindahkan sebagian besar produksi ponselnya ke Indonesia.

Melalui akun Twitternya, Roland mengunggah foto sebuah kotak kemasan ponsel Asus bertuliskan "made in Indonesia". Di dekatnya tertera alamat Asus Computer GmbH di Ratingen, Jerman. 

Pihak Asus membenarkan perkataan Quandt tersebut ketika dikonfirmasi. Menurut Head of PR Asus Indonesia, Muhammad Firman, Asus memang sudah memindahkan sebagian besar produksi beberapa tipe ponselnya dari China ke Indonesia

"Betul, tapi sejauh ini hanya untuk model tertentu saja," kata Firman ketika dihubungi KompasTekno, Kamis (15/8/2019).

Firman melanjutkan, penambahan beban produksi untuk pabrik di Indonesia ini sudah dimulai untuk model ponsel Zenfone Max Pro M1 dan Max Pro M2. Dia tidak menyebutkan berapa perbandingan antara jumlah ponsel yang dibuat di Indonesia dan di China.

Remaja Ini Ngaku Update Status Lewat Kulkas Pintar karena HP Disita, Begini Tanggapan Netizen

Gegara Kawanan Burung, Pilot Ini Lakukan Pendaratan Darurat Pesawat di Ladang Jagung

Inilah Bocoran Spesifikasi Samsung Galaxy M20S Bakal Dibekali Baterai 6000 mAh

Bertemakan Woodstock 1969, Adidas Rilis Sneakers UltraBOOST

 

Zenfone buatan Indonesia untuk pasar Eropa dan Asia

Mengapa Asus memindahkan produksi ponsel-ponsel tersebut ke Indonesia? Firman mengatakan tujuannya tak lain untuk memenuhi pasar domestik Indonesia. Selain itu, ponsel Asus bikinan Indonesia juga diekspor ke luar negeri, tepatnya kawasan Eropa dan Asia Pasifik.

"Untuk mempermudah saat memenuhi kebutuhan pasar juga. Dan ternyata benar saja, kami bisa alih teknologi. Mitra kami di Batam sudah bisa memproduksi smartphone berkualitas hingga bisa memenuhi syarat untuk diterima juga di negara lain," kata Firman.

Di luar dua region Eropa dan Asia Pasifik itu, kata Firman, stok perangkat dimaksud masih dipasok oleh pabrik di China.

Di Batam, Asus menunjuk PT Sat Nusapersada sebagai vendor yang merakit sebagian besar ponselnya. PT Sat Nusapersada (PTSN) telah merakit ponsel Asus dimulai sejak model Zenfone 2 hingga sekarang.

Halaman
12
Editor: Rio Batubara
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved