Jumat, 24 April 2026

Ridwan Kamil Buka Suara Terkait Polisi Terbakar Hidup-hidup hingga Aksi Heroik Pelajar Viral

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menyayangkan insiden terbakarnya polisi saat aksi unjuk rasa di Kabupaten Cianjur. insiden itu mencoreng nilai kebe

TRIBUNNEWS.com Lendy Ramadhan / ISTIMEWA via Tribun Jabar
Ridwan Kamil buka suara terkait Polisi terbakar hidup-hiudp hingga aksi heroik seorang pelajar. 

TRIBUNBVATAM.id - Berikut kabar terbaru mengenai polisi terbakar di Cianjur, Ridwan Kamil buka suara hingga aksi heroik seorang pelajar yang mendapat penghargaan.

Empat polisi terbakar saat mengawal aksi unjuk rasa mahasiswa di Cianjur, Jawa Barat pada Kamis (15/8/2019).

Adapun empat korban tersebut adalah Aiptu Erwin (anggota Bhabinkamtibmas Kelurahan Bojongherang Polsek Kota Polres Cianjut), Bripda Yudi Muslim dan Bripda FA Simbolon (anggota Sat Sabhara Polres Cianjur), serta Bripda Anif.

Insiden itu bermula saat para pengunjukrasa tak berhasil menemui pimpinan daerah yang dimaksud.

Mengutip dari Kompas.com, merekapun membakar ban sekaligus menutup arus lalu lintas di Jalan Siliwangi.

Aiptu Erwin, anggota kepolisian yang saat itu tengah mengawal jalannya aksi unjuk rasa, berusaha memadamkan ban terbakar.

Namun, ada oknum melemparkan bahan bakar minyak dari arah belakang sehingga api menyambar tubuh Erwin.

Saat anggota polisi lainnya berusaha menyelamatkan Erwin, mereka justru ikut terbakar.

Dirangkum Tribunnews dari berbagai sumber, berikut kabar terbaru mengenai polisi terbakar di Cianjur:

1. Ridwan Kamil buka suara

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui usai pengukuhan tim Paskibraka Jawa Barat di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kamis (15/8/2019).
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui usai pengukuhan tim Paskibraka Jawa Barat di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kamis (15/8/2019). (KOMPAS.COM/DENDI RAMDHANI)

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menyayangkan insiden terbakarnya polisi saat aksi unjuk rasa di Kabupaten Cianjur.

Menurutnya, insiden itu mencoreng nilai kebebasan berpendapat yang dilindungi undang-undang.

"Ya saya turut prihatin sekali ya, saya baru dengar hal seperti ini, saya imbau ini negara Pancasila kebebasan berserikat berkumpul mengeluarkan pendapat itu dilindungi."

"Tapi harus dengan cara yang humanis, sesuai aturan, membakar ban, apalagi akhirnya ada yang melempar membuat anggota polisi terbakar saya kira itu di luar batas kemanusiaan," tutur Emil, di Gedung DPRD Jabar, Jumat (16/8/2019), seperti dilansir Kompas.com.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Emil ini mengimbau para mahasiswa untuk tetap kritis, namun diekspresikan sesuai aturan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved