VIDEO-KABAR GEMBIRA! PT Sat Nusapersada Batam Buka Lowongan Kerja Untuk Proyek Lenovo
Kabar gembira! Perusahaan perakit komponen elektronik terkemuka di Indonesia, PT Sat Nusapersada, Tbk, Batam bakal membuka lowongan kerja di Batam.
Penulis: Dewi Haryati |
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kabar gembira! Perusahaan perakit komponen elektronik terkemuka di Indonesia, PT Sat Nusapersada, Tbk, Batam bakal membuka lowongan kerja untuk pencaker di Batam mulai September 2019.
Lowongan itu menyusul adanya orderan pembuatan tablet dengan brand Lenovo yang didapatkan perusahaan ini pada bulan Agustus.
Presiden Direktur PT Sat Nusapersada, Abidin Hasibuan mengatakan, ini merupakan orderan pertama dari Lenovo.
Tablet itu selanjutnya akan diekspor ke Amerika Serikat.
Target produksinya sebanyak 100 ribu unit, untuk tahap awal.
"Kita mulai bulan ini," kata Abidin, Jumat (16/8/2019).
Dengan adanya orderan itu, perusahaan yang terletak di Pelita ini juga bakal merekrut pekerja baru.
Abidin memperkirakan, perekrutan tenaga kerja akan dibuka September.
• Rakit Handphone Lenovo di Batam, PT Satnusa Persada Rekrut Karyawan, Ini Jadwal Perekrutannya
• Menkominfo Rudiantara Tinjau Proses Pembuatan Ponsel di PT Satnusa Persada
"Sementara, kita butuh ratusan saja," ujarnya.
Baru pada 2020 mendatang, jumlah tenaga kerja yang akan direkrut lebih banyak.
Pada kesempatan itu, Abidin juga meminta doa dari masyarakat Batam, agar iklim investasi di Batam semakin membaik.
Dengan begitu, perusahaannya dan perusahaan lainnya, bisa berkontribusi dengan membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat.
"Doakan saja, supaya kita bisa menciptakan lapangan kerja untuk masyarakat Batam," kata Abidin.
Gandeng Pegatron
Sebelumnya, PT Sat Nusapersada Tbk juga telah bekerjasama dengan PT Pegatron.
Presiden Direktur PT Sat Nusapersada Tbk, Abidin Hasibuan membenarkan pihaknya mendapat kontrak kerjasama dengan perusahaan asal Taiwan tersebut.
Malah, ekspor perdananya akan dilakukan 24 Januari ini untuk pasaran Amerika Serikat.
Hanya saja, kerjasama yang dilakukan bukan terkait produksi smartphone, melainkan smarthome.
Penjelasan ini sekaligus untuk meluruskan pemberitaan yang berkembang.
"Kerjasama dengan Pegatron, benar. Tapi yang kita produksi adalah alat-alat smarthome untuk pasaran Amerika Serikat," kata Abidin dalam publik expose insidentil di kantor perwakilan Bursa Efek Indonesia Kepri, Kamis (3/1/2019) di Batam Center.
Alat smarthome yang diproduksi, seperti modem, router, gateway, smart speaker, smart camera, dan beberapa lainnya.
"Alat smarthome yang pakai aplikasi, misal perintahkan hidup lampu, tutup pintu, masak nasi," kata Operational Director PT Sat Nusapersada, Bidin Yusuf menambahkan.
Kerjasama ini membutuhkan sebanyak 2.000 tenaga kerja. Pekerjaan produksinya sudah dimulai pada pekan pertama Januari ini.
Meski begitu, mereka belum bisa memastikan berapa model smarthome yang akan diproduksi dalam kerjasama tersebut.
"Berapa kostumernya juga. Ini perlu waktu. Yang jelas ekspor perdana dilakukan 24 Januari ke Amerika Serikat. Mudah-mudahan nanti bisa undang media kalau ada persetujuan dari Pegatron," ujar Abidin lagi.
Kontrak kerjasama Sat Nusapersada dengan Pegatron berlangsung kurang lebih 4 tahun (3+1 tahun).
Pekerjaan produksi alat smarthome ini akan dilakukan di pabrik 12 Sat Nusapersada yang terdiri dari enam lantai.
Sementara untuk nilai investasinya, Abidin tak mau membocorkannya.
"Nilai investasinya saya tak mau komen berapa. Kami punya kode etik. Silakan cek ke manajemen Pegatron. Jadi benar ada kerjasama dengan Pegatron. Sementara ini bukan smartphone tapi smarthome," katanya.
Pada kesempatan itu, Abidin juga membenarkan, Pegatron memang ada rencana membuka pabrik di Batam.
Disinggung kemungkinan kerjasama terkait smartphone dengan Pegatron nantinya, Abidin belum mau banyak berkomentar.
"Belum pasti. Tapi kalau Tuhan mengizinkan, kita jalankan," ujarnya. (tribunbatam.id/Dewi Haryati)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/lowongan-kerja-satnusa-persada.jpg)