HUMAN INTEREST

Penantian 10 Tahun Pazi Berakhir, Pakibraka Asal Karimun Akhirnya Bertemu Ibunda Tercinta

Pelukan Citayami kepada putranya Muhammad Pazi seakan tak bisa dilepaskan. Tapi wajar saja. Pasalnya sudah 10 tahun, Citayami tak pernah bertemu deng

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Pelukan Citayami kepada putranya Muhammad Pazi seakan tak bisa dilepaskan.

Tapi wajar saja. Pasalnya sudah 10 tahun, Citayami tak pernah bertemu dengan putra keduanya itu.

Dari pantauan tribun pada video yang diterima oleh anggota keluarga Muhammad Pazi di Kundur, Kabupaten Karimun, Citayami tak banyak bicara.

Namun raut wajah wanita asal Subang, Provinsi Jawa Barat tersebut tak dapat membohongi kebahagian yang tengah Ia rasakan.

"Mmm... Anak mama. Mmm... Sayang mama nak," kata Citayami sambil terus memeluk dan sesekali mencium Pazi.

Kisah Bayi Kembar 7 Pertama di Dunia, Patahkan Prediksi Dokter, Lihat Kondisi Mereka Kini

LAGI Baku Tembak Anggota TNI dengan KKB Papua, 2 Orang Alami Luka Tembak, Begini Kronologinya

Sempat Koma di Pesawat, 1 Jemaah Haji Langsung Dilarikan ke Rumah Saat Sampai Batam

Bom Bunuh Diri di Tengah Pesta Pernikahan di Kabul, 63 Tewas, Ratusan Luka-luka

Hal yang sama juga dirasakan Pazi. Bukan hanya kebanggaan karena terpilih menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Pskibraka) nasional saja.

Akan tetapi, penantiannya untuk bertemu sang ibu selama satu dekade berakhir. Sama seperti Citayami, Pazi juga tidak mau melepaskan pelukannya.

Kebahagiaan siswa SMA Negeri 1 Kundur Kabupaten Karimun itu juga diungkapkan kepada keluarga di Tanjungbatu.

Melalui sambungan telepon serta video call aplikasi WhatsApp, Pazi juga menangis bahagia menceritakan pengalamannya dengan sang ibu.

Studi Lapangan, Ratusan Siswa SMA Ananda Batam Kunjungi Kebun Raya Batam

VIRAL Warga Palestina Turut Rayakan HUT RI di Gaza, Ungkap Hal Mengharukan DIbaliknya

Sebanyak 6800 Peserta Ramaikan Pawai Budaya di Kota Batam, Yuk Ramaikan Ini Lho Rutenya

Bursa Transfer 2019 - Gagal Gaet Teja Paku Alam, Persib Bandung Dekati Kiper Timnas U22 Indonesia

"Tadi malam sama jam sembilan juga, Pazi video call sama saya dan omanya. Dia menangis sama saya dan mengucapkan terimakasih tante. Kenapa tante tidak jadi datang? Saya bilang minta maaf adek sakit dan oma juga tidak sehat. Abang senang ketemu sama mama," papar Dewi Sumarni, tante Muhamad Pazi.

Halaman
12
Penulis: Elhadif Putra
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved