Tanggapan Asus Indonesia Terkait Rencana Pemberlakuan Aturan IMEI

Pemerintah tengah menyiapkan aturan validasi International Mobile Equipment Identity (IMEI).

Tanggapan Asus Indonesia Terkait Rencana Pemberlakuan Aturan IMEI
kontan
ILUSTRASI Pemerintah tengah menyiapkan aturan validasi IMEI. Aturan ini mendapatkan sambutan positif dari Asus Indonesia. 

TRIBUNBATAM.id - Pemerintah tengah menyiapkan aturan validasi International Mobile Equipment Identity (IMEI). Ketentuan ini mendapatkan sambutan yang positif dari Asus Indonesia.

“Validasi IMEI ini tentunya akan sangat bermanfaat untuk menekan peredaran smartphone ilegal di pasaran Indonesia,” ujar Head of Public Relations Asus Indonesia, Muhammad Firman kepada Kontan.co.id, Jumat (16/8).

Untuk diketahui, IMEI merupakan identitas yang dimiliki oleh ponsel, baik yang dijual secara legal maupun ilegal. Setiap ponsel yang beredar memiliki IMEI yang unik dan berbeda satu sama lain.

Sementara itu, aturan validasi IMEI merupakan aturan hukum yang pada nantinya akan memberi wewenang kepada pemerintah untuk memblokir penggunaan ponsel yang teridentifikasi memiliki IMEI ilegal.

Pemberlakuan aturan ini bertujuan memberantas peredaran ponsel yang masuk ke dalam negeri melalui jalur-jalur ilegal.

Startup Minuman Goola Raih Pendanaan Rp 71 Miliar, Ini Target Gibran

Perang Dagang Mereda, Besok IHSG Diprediksi Menguat

Awal 2020, BCA Targetkan Kerjasama dengan Alipay dan WeChat

Makan Berempat Lebih Hemat, Promo BBQ Sunset di King’s Hotel

 

Pada prinsipnya, peredaran ponsel ilegal berpotensi merugikan produsen ponsel resmi dikarenakan cenderung memiliki harga jual yang lebih murah. Perbedaan harga ini dikarenakan produsen ponsel resmi harus mengeluarkan dana lebih banyak untuk mengimpor produk ponsel melalui jalur yang resmi dan legal.

Dalam hal ini, Asus Indonesia merupakan salah satu produsen ponsel resmi yang melakukan kegiatan impor terhadap ponsel yang diproduksinya. Sebagian besar produksi ponsel Asus masih dilakukan di China.

Hanya saja, Asus Indonesia telah memindahkan sebagian proses produksi untuk semua ponsel ASUS yang menggunakan konektivitas 4G ke Indonesia. Tindakan ini bertujuan untuk memenuhi aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang diwajibkan oleh pemerintah. Hal ini telah dilakukan sejak pemerintah memberlakukan aturan terhadap perangkat 4G.

Asus Indonesia menargetkan agar produk-produk ponsel yang diproduksi Asus Indonesia memiliki persentase TKDN minimal 30%, sesuai dengan peraturan yang ada. Adapun aspek TKDN yang berusaha dipenuhi adalah aspek hardware technology untuk mengejar transfer teknologi.

Firman menambahkan, belakangan ini Asus Indonesia juga telah meminta pabrik mitra Asus Indonesia yang berada di Batam untuk meningkatkan produksi untuk beberapa tipe ponsel tertentu. Hal ini dilakukan sebagai respons atas permintaan terhadap ponsel dengan konektivitas 4G yang terus meningkat di wilayah Asia Pasifik.

Selain itu, peningkatan produksi juga dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pasar Indonesia secara lebih cepat dengan ongkos pengiriman yang lebih rendah. Firman mengatakan Asus Indonesia tidak mengejar market share, namun lebih berfokus pada pemenuhan kebutuhan segmen yang lebih spesifik, khususnya gamers dan power users.

Meski beberapa upaya pemindahan sebagian proses produksi telah dilakukan, Firman mengatakan bahwa Asus belum memiliki rencana untuk memindahkan seluruh kegiatan produksi ponselnya ke Indonesia. “Pabrik di Indonesia lebih fokus untuk memenuhi kebutuhan pasar khususnya Asia Pasifik,” terang Firman.

Editor: Rio Batubara
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved