Pakai BPJS Kesehatan, Arka Ardino Syahputra, Bocah Jantung Bocor Harus Antre 2 Tahun Untuk Operasi

Arka Ardino Syahputra, bocah dengan jantung bocor harus mengantre dua tahun di Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta karena pakai BPJS Kesehatan.

Pakai BPJS Kesehatan, Arka Ardino Syahputra, Bocah Jantung Bocor Harus Antre 2 Tahun Untuk Operasi
TRIBUNBATAM.id/Elhadif Putra
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, drg Suryadi berbicara dengan orangtua Arka. Foto 2 
TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Meskipun telihat seperti anak-anak biasanya, namun Arka Ardino Syahputra sebenarnya mengidap penyakit yang cukup parah.
 
Hanya saja tubuh anak laki-laki berusia satu tahun tiga bulan itu telihat sangat kurus.
 
Saat ini beratnya hanya 1,6 kilogram.
 
Dari pantauan TRIBUNBATAM.id, ketika Arka berada di Coastal Area, dia hanya digendong oleh sang ayah, Ari Zulhakim.
 
Anak dari pasangan Ari Zulhakim dan Berta Amsliana warga Parit Benut, Kabupaten Karimun, itu menderita jantung bocor dan penyumbatan pembuluh darah.
 
Penyakit yang dialami diketahui oleh pihak keluarga ketika dia berusia lima bulan melalui pemeriksaan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani Kabupaten Karimun.
 
"Sejak umur lima bulan. Sekarang berat badannya tak naik. Lubangnya (di jantung) sudah dua," kata Berta.
 
Yenny (50), penderita sakit jantung dan kolesterol sedang menjalani perawatan terapi ozon beberapa waktu lalu.
Yenny (50), penderita sakit jantung dan kolesterol sedang menjalani perawatan terapi ozon beberapa waktu lalu. (istimewa)
Berta menyebutkan, untuk penanganan penyakitnya, Arka harus menjalani operasi.
 
Namun karena menggunakan jaminan BPJS Kesehatan Arka harus antre selama dua tahun di Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta.
 
"Dia harus dioperasi. Tapi masih antre 800 anak selama dua tahun," ujar Berta.
 
Pihak keluarga pernah mendatangi Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun untuk mencari solusi.
 
Namun, keluarga disarankan untuk beralih ke BPJS Kesehatan yang ditanggung oleh Pemerintah Daerah. 
 
Orangtua Arka tidak mengambil langkah tersebut.
 
 
Sebab, kalau mereka menggunakan BPJS dari pemerintah, maka antrean pengobatannya menjadi lima tahun.
 
Sekarang ini Arka hanya menjalani rawat bulanan di Rumah Sakit Bakti Timah (RSBT) Karimun.
 
Saat ini Arka sering mengalami panas tinggi.
 
Apabila sdia udah demam maka suhu tubuhnya akan turun dengan sangat lambat.
 
Pihak keluarga tidak lagi membawa RSUD Muhammad Sani Karimun karena pernah merasa kecewa.
 
Sekitar dua bulan yang lalu Arka yang tiba-tiba mengalami panas tinggi tidak mendapatkan perawatan yang maksimal.
 
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, drg Suryadi berbicara dengan orangtua Arka. Foto 1
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, drg Suryadi berbicara dengan orangtua Arka. Foto 1 (TRIBUNBATAM.id/Elhadif Putra)
 
 
"Itu panasnya 40,2 derajat. Dibawa ke RSUD jam satu. Setelah dikompres saja kami disuruh balik," ungkap Berta.
 
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, drg Suryadi yang mendatangi Arka menyarankan agar anak itu dibawa ke RSUD Muhammad Sani.
 
"Sebaiknya sekarang ini dibawa dulu ke RSUD sambil dicari solusinya.
Di RSUD kita bisa lebih bisa cepat koordinasi," kata Suryadi. (TRIBUNBATAM.id/Elhadif Putra)
 
Penulis: Elhadif Putra
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved