Pegawai Negeri Tetap Terima THR dan Gaji ke-13 Tahun 2020, Subsidi Energi Turun

THR tahun 2020 akan lebih cepat dibanding tahun 2019 sejalan dengan jatuhnya hari raya Idul Fitri, sedangkan gaji ke-13 tetap Bulan Juli

Pegawai Negeri  Tetap Terima THR dan Gaji ke-13 Tahun 2020, Subsidi Energi Turun
Istimewa
Ilustrasi Pegawai Negeri Sipil 

TRIBUNBATAM.ID, JAKARTA - Kementerian Keuangan memastikan kebijakan pemberian tunjangan hari raya (THR) dan gaji ke-13 untuk aparatur sipil negara (ASN) akan tetap berlanjut di tahun 2020.

Hal Ini sesuai dengan komitmen Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dinyatakan dalam pidato kenegaraannya, Jumat (16/8/2019) lalu, untuk tetap memperhatikan kesejahteraan aparatur negara.

“Pemerintah tetap memperhatikan kesejahteraan aparatur negara, dengan mempertahankan kebijakan penggajian yang sudah ada melalui pemberian gaji dan pensiun ke-13 serta THR,” tutur Jokowi.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Askolani mengatakan, alokasi anggaran untuk pembayaran THR dan gaji ke-13 tahun depan diperkirakan hampir sama dengan tahun ini.

Kerusuhan di Manokwari Papua, Ketua Ikatan Keluarga Besar Papua di Surabaya Bantah Pengusiran

Setelah 50 tahun Bersama, Pasangan Ini Menemukan Foto Saat Mereka Pertama kali Bertemu di Woodstock

Keuangan Berdarah-darah, Koran Tertua Berusia 80 Tahun Utusan Malaysia Berhenti Terbit Mulai Kamis

“Sudah, dengan basis gaji pokok yang dinaikkan 5%. Itu sudah jadi landasan sehingga (THR dan Gaji ke-13) lebih tinggi,” ujar Askolani di DPR, Senin (19/8/2019).

Sebagai informasi, tahun ini pemerintah mengalokasikan anggaran THR dan gaji ke-13 dengan total sekitar Rp 40 triliun atau masing-masing Rp 20 triliun.

Terkait mekanisme pencairan tunjangan tersebut, Askolani menjelaskan, Kemenkeu perlu melihat terlebih dahulu perlunya membuat Rancangan Peraturan Pemerintah (PP) yang baru atau tidak.

Jika diperlukan perubahan, maka pemerintah akan mulai merancang PP untuk THR dan Gaji ke-13 pada Januari dan Februari 2020 mendatang.

“Kalau yang sekarang ini (PP) terpakai untuk 2020, artinya tidak perlu kita buat lagi. Kalau harus berubah, bisa kita lakukan mulai dari Januari atau Februari,” tuturnya.

Askolani memperkirakan pencairan THR di tahun 2020 akan lebih cepat dibanding tahun 2019 sejalan dengan jatuhnya hari raya Idul Fitri yang lebih cepat yaitu 24-25 Mei.

Halaman
123
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved