Sabtu, 25 April 2026

Rusuh Manokwari, Najwa Shihab Cari Pace Papua Pelantun Lagu Bugis

Dengan fasih laiknya, orang Bugis, dia melantunkan lagu Mappoji Balo Lipa (cintamu hanya suka motif sarung).

Rusuh Manokwari, Najwa Shihab Cari Pace Papua Pelantun Lagu Bugis - pacepapua_daeng.jpg
instagram @arsal_dwn
Klip video PaceDaeng pelantun lagu Bugis, Mappoji Balo Lipa
Rusuh Manokwari, Najwa Shihab Cari Pace Papua Pelantun Lagu Bugis - najwa_shihab_1.jpg
dok_Narasi.TV
Najwa Shihab_Jajaran Perempuan Paling Dikagumi_narasi.tv
Rusuh Manokwari, Najwa Shihab Cari Pace Papua Pelantun Lagu Bugis - papua_wamena.jpg
instagram
Warga Papua di Wamena

TRIBUN - BATAM.ID, — Presenter dan jurnalis Najwa Shihab (41), Selasa (20/8/2019), mengungkap keprihatinannya atas konflik horizontal di Manokwari, Ibukota Papua Barat.

Setelah mengunggah foto bersama anak Papua dan membubuhinya dengan puisi empat bait, pukul 09.21 WIB, pendiri Narasi.TV, justru mencari pria (Pace) Papua, pelantun lagu Bugis, yang viral pasca-konflik berbau rasisme di Manokwari, Senin (19/8/2019) lalu.

Inisiatif mantan presenter program  Mata Najwa di MetroTV ini, diungkapkan kepada Husain ‘Uceng” Abdullah, juru Bicara Istana Wakil Presiden.

Najwa Shihab_Jajaran Perempuan Paling Dikagumi_narasi.tv
Najwa Shihab_Jajaran Perempuan Paling Dikagumi_narasi.tv (dok_Narasi.TV)

“Tolong bantu, Nana (Najwa) ingin sekali mewawancarai Pace Balolipa itu,” kata Uceng kepada Tribun, petang tadi.

Putri mantan Menteri Agama RI Prof Dr Quraish Shihab ini, menghubungi Uceng, setelah mantan jurnalis RCTI itu, mengunggah klip video berdurasi 45 detik itu di akun Twitternya, @husainabdullah1, Rabu (19/8/2019) pukul 22.33 WIB.

Di video pendek itu, terlihat seorang Pace Papua, memetik gitar sambil merokok.

Dengan fasih laiknya, orang Bugis, dia melantunkan lagu Mappoji Balo Lipa (cintamu hanya suka motif sarung).

Hingga kemarin, video yang sudah viral sejak medio 2017 itu, sudah ditonton 3.801 kali.

Warga Papua di Wamena
Warga Papua di Wamena (instagram)

Video viral itu diposting seorang netizen @arsal_dnw. 

Dari informasi yang dihimpun Tribun, dari Jayapura, Papua, pria pelantun lagu Bugis itu, memang lahir di Papua, namun sudah lama tinggal di Pulau Sulawesi.

“Mukanya mirip-mirip, di Jayapura banyak seperti itu, saya coba tanya sama tetangga pemilik hotel asal Toraja ya,” kata Haji Kamil Aeni LC, warga Jayapura keturunan Maros, yang putra Haji Babba Syamsuddin Tumpa, Ketua Dewan Penasihat BPD Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) di Papua.

Haji Syamsuddin ini sudah menetap di ibu kota provinsi Papua itu sejak tahun 1967 lalu.

 “KIta sejak awal di Irian Jaya, selalu hormat dan menganggap mereka saudara. Anak saya saudara saya, setiap hari bergaul sama mereka, kami saling menghormati dan nyaris tak pernah bersitegang. Ini tadi, ada empat kepala suku besar Papua yang datang ke rumah, untuk menyampaikan bahwa demo kemarin di Manokwari, Fakfak, Jayapura adalah murni solidaritas atas penghinaan rasis atas mahasiswa Papua di Jawa.” kata Babba, kepada Tribun.

Ketua Dewan Penasihat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Haji Babba Syamsuddin Tumpa
Ketua Dewan Penasihat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Haji Babba Syamsuddin Tumpa (IST)

Rusuh di Manokwari, 4 Kepala Suku Besar Temui Sesepuh KKSS Papua

Mahasiswa Papua di Batam Ketemu Walikota Batam Adalah Rumah Kami

Rusuh di Manokwari Papua, Prabowo Perintahkan Kader Gerindra Damaikan Situasi

Hasil penelusuran Tribun di aplikasi instagram, juga mengkonfimasikan bahwa pria yang diperkirakan sudah berumur sekitar 43 tahun itu, kini bermukim di Tana Toraja.

Memang, selain urban asal Bugis, di Tanah Papua, juga banyak perantau asal Tana Toraja. Ada yang menyebut si Pace bernama “Yosep”, ada yang menyebutkan Kofe.

Sejauh ini, Najwa yang kembali akan menayangkan program talkshow interaktif #MataNajwaPapua, sangat ingin menghadirkan si Pace sebagai saah satu narasumber inspiratif.

Uceng yang juga dosen Hubungan Internasional FISIP Unhas ini menjelaskan, niat Najwa untuk menampilkan #PaceDaeng itu, untuk menunjukkan konflik di Papua Barat,  jangan sampai meruntuhkan sendi-sendi kebangsaan.

“Najwa tahu betul, bahwa yang merasakan aksi anarkis saudara kita di Manokwari kemarin, adalah para perantau Bugis yang sudah belasan tahun bermukim dan berakulturasi di Papua,” ujar Uceng yang beberapa kali meliput konflik horizontal di ujung timur Indonesia di era 1990 hingga dekade 2000-an itu.

Najwa Shihab (kanan) di acara Mata Najwa
Najwa Shihab (kanan) di acara Mata Najwa (FACEBOOK/MATA NAJWA)

Najwa sendiri berdarah Bugis kental.

Dia lahir di Ujungpandang, Sulawesi Selatan, 17 September 1977. Ayahnya, Prof Dr M Quraish Shihab lahir di salah satu pusat peradaban Bugis, Rappang, Kabupaten Sidenreng Rappang.

Ibu Nana, Hj Fatmawati Assegaf adalah wanita kelahiran Solo, yang masih merupakan kerabat dekat Ibrahim Sjarief Assegaf, suami Najwa.

Setelah meninggalkan MetroTV, dengan acara Talkshow berating tinggi, Mata Najwa,  Nana merintis TV stasiun TV berbasis internet, Narasi.TV.

Di Narasi TV, salah satu program favoritnya adalah Narasi People.

Dua pekan lalu, tepatnya 6 Agustus 2019, Narasi TV juga menayangkap program talkshow bertajuk “Papua Juga Bisa”.

Talkshow ringan dan inspiratif ini menghadirkan putra Papua, Freddy Sanggenafa, Ketua Noken Lab. 

Noken Lab adalah salah satu komunitas kreatif seniman tari, yang anggotanya sebagian besar adalah pemuda Tanah Papua.

Di akun instargram resminya, @najwashihab, kemarin, juga menguduh gambarnya bersama putri cilik Papua.

Dengan tagar #CatatanNajwaNyalaPapua, Najwa menulis puisi; 

Seruan persatuan pun kembali menggema lewat sosial media.

Jika yang tergores ada padamu, yang mengerang haruslah suaraku.

Jika di timur ada yang terluka, di barat harus juga merasa duka.

Sebab Indonesia adalah barat, tengah dan timur, tak boleh ada bagian yang jatuh tersungkur.

#CatatanNajwa #NarasiTV #MataNajwa #MataNajwaNyalaPapua

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved