WISATA SINGAPURA

Ini 5 Alasan Mengapa Banyak Perusahaan Teknologi Dunia Pilih Pindah ke Singapura

Berdasarkan data diperoleh Dewan Pengembangan Ekonomi Singapura (EDB), 80 dari 100 perusahaan teknologi di dunia yang berpengaruh, ada di Singapura.

Ini 5 Alasan Mengapa Banyak Perusahaan Teknologi Dunia Pilih Pindah ke Singapura
Instagram/visit_singapore
Suasana di Gardens by the Bay Singapore 

TRIBUNBATAM.id - Sudah menjadi rahasia umum, Singapura menjadi pusat teknologi di Asia yang kerap dijadikan tujuan perusahaan-perusahaan dunia yang ingin pamornya melejit di kawasan pasar Negara Berkembang.

Berdasarkan data yang diperoleh Dewan Pengembangan Ekonomi Singapura (EDB), 80 dari 100 perusahaan teknologi di dunia yang berpengaruh dan terkemuka telah beroperasi di Singapura.

Tak jarang dari perusahaan teknologi di Singapura juga memiliki investasi yang terus meningkat.

Bus Otonom yang Jalan Sendiri Tanpa Sopir Mulai Beroperasi di Sentosa, Singapura

Batal di Singapura, Boyband SF9 Juga Batalkan Konser di Indonesia dan Malaysia

EXO Akan Gelar Konser di Singapura, Ini Harga Tiket dan Cara Membelinya!

Bisa Capai Suhu 41 Derajat Celcius, Kapankah Waktu Terbaik Mengunjungi Singapura?

Di Indonesia Masih Wacana, di Singapura, Shell Bangun 10 SPBU untuk Pengisian Daya Mobil Listrik

Indeks Inovasi Bloomberg 2017 pun menempatkan Singapura di posisi nomor 6 dunia, tepat di atas Jepang dan Amerika Serikat, sementara China berada pada posisi 21.

Dikutip melalui Forbes, sebuah studi yang dilakukan perusahaan konsultan real estate Jones Lang LaSalle (JLL), Singapura merupakan negara tujuan investasi asing utama bagi raksasa teknologi China Alibaba, Baidu, dan Tencent.

Begitupun Google, Amazon, dan Facebook yang memiliki operasi regional yang mapan di Singapura.

Di sisi lain, perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China semakin meningkatkan daya tarik Singapura.

Perusahaan yang memiliki arus perdagangan dengan kedua negara tersebut sedang mencari cara untuk menghindari perang tarif kedua negara tersebut.

Cara yang paling logis adalah dengan memindahkan perakitan serta operasi yang rentan keluar dari China ataupun AS ke ekosistem bisnis yang dinilai lebih aman.

Sementara Singapura pun siap menerima perusahaan-perusahaan ini dengan tangan terbuka.

Halaman
1234
Editor: Putri Larasati Anggiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved