WISATA SINGAPURA

Pembelajaran Terapan Dijadwalkan Tahun 2023, Singapura: Belajar Bukan Kompetisi

Dikenal sebagai negara di Asia yang gunakan sistem pendidikan mengejar nilai akhir sempura, Singapura ingin merubahnya menjadi belajar bukan kompetisi

Pembelajaran Terapan Dijadwalkan Tahun 2023, Singapura: Belajar Bukan Kompetisi
Instagram/work_study_singapore
Ilustrasi belajar di Singapura 

TRIBUNBATAM.id - Banyak negara di dunia, termasuk Singapura yang mengedepankan pendidikan demi kesejahteraan masyarakatnya.

Sistem pendidikan di Singapura juga memiliki paradigma yang mengejar nilai akhir sempurna yang juga biasa dilakukan oleh pelajar Singapura.

Walau begitu, Singapura dikabarkan ingin merubah paradigma pendidikannya dan meninjau ulang agar lebih baik lagi bagi para pelajar Singapura.

Ini 5 Alasan Mengapa Banyak Perusahaan Teknologi Dunia Pilih Pindah ke Singapura

Bus Otonom yang Jalan Sendiri Tanpa Sopir Mulai Beroperasi di Sentosa, Singapura

Batal di Singapura, Boyband SF9 Juga Batalkan Konser di Indonesia dan Malaysia

EXO Akan Gelar Konser di Singapura, Ini Harga Tiket dan Cara Membelinya!

Bisa Capai Suhu 41 Derajat Celcius, Kapankah Waktu Terbaik Mengunjungi Singapura?

Dilansir dari straitstimes.com, Menteri Pendidikan Singapura Ong Ye Kung pada bulan September lalu menyampaikan, "Belajar bukan berkompetisi" dan berencana melakukan serangkaian perubahan bertujuan untuk mengurangi kompetisi nilai antar siswa dan lebih mendorong siswa berkonsentrasi pada pengembangan pembelajaran dan diri mereka sendiri.

Pendekatan baru pendidikan Singapura

Mulai tahun 2019, ulangan atau tes untuk siswa tahun sekolah dasar (6 tahun) dan sekolah menengah (4 tahun) akan dihapus.

Untuk tujuan ini, buku-buku laporan sekolah dasar dan menengah (rapor) tidak akan lagi menunjukkan apakah seorang siswa tuntas menyelesaikan subyek pelajaran dengan menghilangkan rata-rata kelas, nilai total, nilai minimum dan maksimum.

Rapor siswa tidak lagi menyorot gagal atau mencatat gagal atau berhasil di akhir tahun ajaran.

Yang pasti, pemeringkatan dalam kelas atau sekolah akan dihilangkan. Kementerian Pendidikan Singapura menyampaikan guru akan terus mengumpulkan informasi perkembangan pembelajaran siswa melalui diskusi, pekerjaan rumah dan kuis.

Sekolah akan menggunakan pendekatan "deskripsi kualitatif" sebagai ganti nilai.

Halaman
1234
Editor: Putri Larasati Anggiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved