BATAM TERKINI

Ternyata Beda Cara Pakai Kain Melayu Pria Bagi yang Sudah Menikah dan Lajang, Ini Bedanya!

Meski baju melayu sudah sangat familiar di wilayah Kepri, tapi belum semua yang paham bagaimana cara memakainya dengan benar sesuai aturan adat.

Ternyata Beda Cara Pakai Kain Melayu Pria Bagi yang Sudah Menikah dan Lajang, Ini Bedanya!
TRIBUNBATAM/ENDRA KAPUTRA
Walikota Batam, HM Rudi menggunakan baju melayu saat membuka STQ Bengkong di Masjid Nurul Hidayah, Senin (4/3/2019) malam. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam diminta menyusun standar penggunaan pakaian melayu.

Khususnya bagi pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Batam. Pakaian melayu merupakan seragam pegawai Pemko Batam setiap Jumat.

Penyusunan standar penggunaan pakaian melayu ini, juga sebagai tindak lanjut amanat Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 1 tahun 2018 tentang Pemajuan Kebudayaan Melayu.

Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin bilang pengenaan baju melayu, ada aturannya.

Hal ini sengaja ia sampaikan, lantaran mulai ada pegawai yang mengenakan baju koko pada Jumat. Padahal, aturannya berbaju melayu.

"Pemakaian baju melayu itu ada aturannya," kata Jefridin, Kamis (23/8/2019).

STQH Tingkat Provinsi Kepri Digelar di Bintan, Bupati Minta ASN, Guru & Pelajar Pakai Baju Melayu

Hotel dan Restoran di Batam Diminta Hidangkan Makanan Khas Melayu

Tiba di Kota Batam Ibu Negara Iriana Joko Widodo Disambut dengan Tarian Melayu

Ia mencontohkan dalam hal penggunaan kain samping bagi laki-laki.

Kain samping merupakan kain yang dililitkan pada bagian luar baju melayu pria.

Penggunaan kain samping ini juga ada aturan tersendiri.

"Untuk yang belum menikah, di atas lutut. Kalau sudah menikah, panjang sampai bawah lutut," ujar pria yang juga pengurus Lembaga Adat Melayu ini.

Halaman
12
Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved