Soal Ujaran Rasisme, Kodam V Brawijaya Sebut Anggotanya Melanggar Karena Emosional

Soal Ujaran Rasisme, Kodam V Brawijaya Sebut Anggotanya Melanggar Karena Emosional

Soal Ujaran Rasisme, Kodam V Brawijaya Sebut Anggotanya Melanggar Karena Emosional
Kolase Tribun Manado/Foto: Istimewa
Oknum TNI Ucapkan Kata Rasis 

Soal Ujaran Rasisme, Kodam V Brawijaya Sebut Anggotanya Melanggar Karena Emosional

TRIBUNBATAM.id - Beredar video berdurasi singkat yang memperlihatkan anggota militer melontarkan ucapan rasial saat bentrokan pecah di Asrama Mahasiswa Papua, Jalan Kalasan, Tambaksari, Surabaya.

Kodam V/Brawijaya masih melakukan penyelidikan terkait dugaan keterlibatan anggotanya itu.

Menurut Kapendam V/Brawijaya Letkol Imam Haryadi, pokok utama kesalahan yang dilakukan oleh personelnya adalah pada pelanggaran atas satu aspek ketentuan Metode Pembinaan Teritorial (Binter), yakni komunikasi sosial.

Prabowo Kecam Pernyataan Hendropriyono soal Keturunan Arab: Rasialis dan Adu Domba

Berikut Kronilogis Oknum Polisi Beri Miras kepada Mahasiswa Papua di Bandung

"Metodenya itu kan salah satunya adalah komunikasi sosial," katanya saat dihubungi TribunJatim.com, Minggu (25/8/2019).

Komunikasi sosial yang dilakukan hendaknya bersifat persuasif.

"Namanya komunikasi sosial itu ya harusnya lebih persuasif, tidak seperti itu," katanya.

Baginya, personelnya itu terkesan begitu emosianal saat berada ditengah-tengah situasi genting, Jumat (16/8/2019) kemarin itu.

Sehingga Metode Binter yang mengharuskan seorang prajurit atau anggota militer menerapkan metode komunikasi sosial yang persuasif, menjadi terabaikan.

"Walaupun situasinya memanas seharusnya tetap tidak boleh memunculkan model-model seperti itu," tuturnya.

 Prabowo Kecam Pernyataan Hendropriyono soal Keturunan Arab: Rasialis dan Adu Domba

 Berikut Kronilogis Oknum Polisi Beri Miras kepada Mahasiswa Papua di Bandung

Kendati demikian, lanjut Imam, dirinya melihat dari aspek kehadiran anggota militer Koramil Tambaksari ke lokasi bentrokan, sudahlah tepat.

Karena, hal itu merupakan satu diantara fungsi dari terselenggaranya sinergisitas keamanan dan ketertiban tiga pilar di Kecamatan Tambaksari.

"Jadi kalau mereka ada disitu, berangkat dari sinergisitas itu, sudah benar," jelasnya.

Apalagi, ungkap Imam, komitmen sinergisitas tersebut telah diteguhkan bersama oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan, dan Pangdam V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI R. Wisnoe Prasetja Boedi.

"Kalau masalah itu bisa diselesaikan di tingkat terbawah. Tidak perlu naik ke tingkat jenjang yang lebih tinggi lagi," pungkasnya. (****)

Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul Dugaan Ujaran Rasisme, Kodam V Brawijaya Sebut Anggotanya Langgar Binter Karena Emosional

Editor: Aminudin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved