Prabowo Kecam Pernyataan Hendropriyono soal Keturunan Arab: Rasialis dan Adu Domba

Prabowo menilai pernyataan Hendropriyono bersifat rasialis dan berpotensi mengadu domba serta memecah belah masyarakat.

Prabowo Kecam Pernyataan Hendropriyono soal Keturunan Arab: Rasialis dan Adu Domba
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Prabowo Subianto bersama sejumlah tokoh yang mendukungnya menggelar jumpa pers di Kertanegara, Rabu (8/5/2019) 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto mengkritik pernyataan mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Hendropriyono terkait tokoh petinggi Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dan Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Yusuf Martak.

Seperti dikutip dari pemberitaan sejumlah media, Hendropriyono memperingatkan agar Rizieq Shihab dan Yusuf Martak agar tidak melakukan provokasi serta mendorong tindakan inkonstitusional.

Dua Jam Dikejar Warga, Sempat Jatuh dari Motor, Dua Pelaku Jambret Ini Akhirnya Menyerah

SOSOK Kepala Desa Junaidi, Sulap Desa Termiskin Jadi Desa Kaya Berpenghasilan Rp 12 Miliar

AirAsia Dukung Pemerintah Turunkan Tarif Batas Atas Tiket Pesawat

Ia juga menyinggung soal warga keturunan Arab.

Prabowo berpendapat bahwa pernyataan tersebut bersifat rasialis dan berpotensi mengadu domba serta memecah belah masyarakat.

"Pernyataan saudara AM Hendropriyono yang menyinggung masalah keturunan warga negara Indonesia di mana kami melihat bahwa pernyataan tersebut bersifat rasis dan berpotensi untuk mengadu domba dan pecah belah antara anak bangsa," ujar Prabowo saat menggelar konferensi pers di kediaman pribadinya, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Rabu (8/5/2019).

Saat menggelar konferensi pers, Prabowo didampingi oleh sejumlah petinggi Badan Pemenangan Nasional (BPN), antara lain Djoko Santoso, Amien Rais, Yusuf Martak, Ferry Mursyidan Baldan, dan Titiek Soeharto.

Prabowo mengaku prihatin dengan pernyataan Hendropriyono karena dianggap sebagai bentuk ancaman.

Di sisi lain, pernyataan itu juga dilontarkan oleh seseorang yang dekat dengan kekuasaan.

"Hal ini lebih memprihatinkan karena juga terdapat nada ancaman. Kemudian kami juga lihat ini dilakukan oleh seseorang yang dekat dengan lingkaran kekuasaan saat ini," ucapnya.

Halaman
12
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved