Film Horor Suzanna, Malam Satu Suro, Begini Sinopsis Lengkapnya
Film Malam Satu Suro merupakan film horor romantis 1988 yang disutradari oleh Sisworo Gautama Putra.
TRIBUNBATAM.id - Film Malam Satu Suro merupakan film horor romantis 1988 yang disutradari oleh Sisworo Gautama Putra.
Film ini dibintangi oleh Suzanna dan Fendy Pradana.
Begini sinopsinya, di awal film, di tengah sebuah hutan, arwah seorang wanita yang gentayangan berwujud sundel bolong dibangkitkan dari kuburannya oleh Ki Rengga.
Seorang dukun Jawa sakti untuk dijadikan anak angkatnya.
Dukun Jawa itu berkata: "Suketi, manuta nduk, kowé arep takdadikké anak angkatku."
("Suketi, menurutlah nak, engkau akan kujadikan anak angkatku").
• Saat Pelantikan, Hamid Tara Anggota DPRD Luwu Akan Ajak 3 Istri, Sebelumnya Andi Sukma Bawa 3 Istri
• Ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1 Muharram 1441 H Lengkap, Ada Gambar hingga Bahasa Inggris
• Hotman Paris Diundang Prabowo Subianto Bermain Polo: Thank you bos
• Sambut 1 Muharram 1441 H, Berikut Doa Awal Tahun Baru Islam dan Waktu yang Tepat untuk Bacanya
Dia kemudian menancapkan paku keramat ke kepala Suketi (Suzanna), arwah penasaran tersebut, merapal mantera kuno berbahasa Jawa dan sundel bolong itu pun menjadi manusia kembali.
Suatu hari dua orang pemuda dari Jakarta sedang berburu kelinci di hutan tersebut.
Bardo Ardiyanto (Fendy Pradana), sang pemburu tersebut, bersama temannya Hari, nyaris membunuh buruannya, tetapi dihalangi oleh seorang wanita cantik, dia pun penasaran akan wanita tersebut dan akhirnya bertemu dengan Suketi.
Bardo dan Suketi langsung saling jatuh cinta dan Bardo berniat melamar Suketi.
Awalnya lamarannya ditolak oleh Ki Rengga, ayah angkat Suketi, tetapi akhirnya disetujui setelah permohonan Bardo yang tulus dan dorongan Suketi ke orang tua angkatnya.
Bardo mengikuti syarat Ki Rengga, bahwa pernikahan harus diadakan pada "Malam satu Suro" (Tanggal 1 Sura, tahun baru dalam penanggalan Jawa) di tengah Alas Roban ("Hutan Roban").
Tanpa dihadiri siapa pun kecuali sang dukun Jawa dan pasangan pengantin tersebut dalam sebuah adegan ritual mistik Jawa kuno yang diiringi tari-tarian peri.
Beberapa tahun kemudian Suketi dan Bardo hidup berkeluarga dengan bahagia di Jakarta dengan kedua anak mereka, Rio dan Preti.
Keluarga mereka juga menjadi kaya raya karena konon bila menikahi Sundel bolong maka seseorang akan menjadi kaya raya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/malam-satu-suro.jpg)