Sabtu, 25 April 2026

TANJUNGPINANG TERKINI

Disperindag Pastikan, Tak Ada Kongkalikong Solar di Tanjungpinang, 'Pertamina Cuma Telat Antar'

Disperindag Pastikan, Tak Ada Kongkalikong Solar di Tanjungpinang, 'Pertamina Cuma Antar Antar'

|
Penulis: Endra Kaputra |
TRIBUNBATAM.id/Alfandi Simamora
Sejumlah kendaraan berbahan bakar solar mengantre di SPBU Kilometer 16, kabupaten Bintan, Provinsi Kepri, Senin (26/8/2019). Foto 3 

Laporan Wartawan Tribun, Endra Kaputra

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Dinas Perdagangan dan Prindustrian (Disperdagin) Kota Tanjungpinang memastikan tidak ada permainan solar di Tanjungpinang.

Hal ini menanggapi pasca ada fenomena antrian BBM solar di SPBU yang cukup panjang.

Fenomena antrian solar di SPBU ini menjadi sorotan banyak pihak.

Hal itu disampaikan Kepala Disperindagin, Ahmad Yani kepada Tribunbatam.id.

"Antrian yang terjadi beberapa hari ini, kita pastikan bukan karena adanya dugaan kongkalikong solar," katanya, Minggu (01/09/2019).

Disampaikannya, pihaknya sudah mengecek langsung ke beberapa SPBU di Tanjungpinang.

"Kemarin sudah kita cek kelapangan langsung. Ternyata yang membuat antrian terjadi. Pengisian solar yang terlambat," ucapnya kembali.

Ditanyakan, adakah pengurangan kouta solar untuk Tanjungpinang sendiri. Yani membantah hal itu.

"Tidak ada pengurangan kouta. Masih seperti biasa. Itu yang disampaikan pihak pertamina ke kita," jawabnya.

Dijelaskannya, hasil pertemuan dengan pihak pertamina. Armada untuk pengangkut solar jumlahnya masih terbatas. Armada tersebut pun bukan hanya beroprasi di Tanjungpinang, melainkan jugu di Kabupaten Bintan.

"Jumlahnya hanya 5 kendaraan. Jadi 5 kendaraan truk itu yang muter Tanjungpinang-Bintan," ujarnya.

Ia pun sudah meminta kepada pertamina untuk menambah armada tersebut. Sebab antrian kendaraan yang terjadi, juga mengganggu pengguna jalan lainnya.

"Kita sudah sampaikan kepada pihak pertamina agar menambah armadanya," sebutnya.

 Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri H Isdianto menegaskan jangan lagi ada kelangkaan pasokan minyak untuk transportasi di Kepri.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved