Kebiasaan Jack Ma, Kemana Pun pergi Buku Ini Selalu Ikut dengannya, Apa Itu?

Hampir semua orang di dunia menyukai kisah sukses seorang miliarder. Tidak terkecuali kisah menarik dari Jack Ma dan perusahaannya Alibaba.

Kebiasaan Jack Ma, Kemana Pun pergi Buku Ini Selalu Ikut dengannya, Apa Itu?
Agus Suparto/Fotografer Kepresidenan
Presiden Joko Widodo, Sabtu (1/9/2018) melangsungkan pertemuannya dengan kelompok bisnis Alibaba Group bersama pendirinya, Jack Ma di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat 

TRIBUNBATAM.id - Hampir semua orang di dunia menyukai kisah sukses seorang miliarder. Tidak terkecuali kisah menarik dari Jack Ma dan perusahaannya Alibaba.

Nah, kontributor Forbes Christopher B Nelson pada 2015 lalu pernah mengulas soal buku yang kerap dibawa Ma di dalam  tasnya setiap hari. Kabarnya, buku tersebut mempengaruhi filosofi kepemimpinannya. Penasaran buku apa itu?

Mengutip Forbes, dalam sebuah wawancara dengan Chen Wei, penulis autobiografi Ma di tahun 2014, pendiri Alibaba tersebut selalu membawa buku Tao Te Ching, buku dasar mengenai filsafat, agama, dan etika Tao yang disusun oleh Lao Tzu pada abad keenam sebelum masehi.

Jika dilihat, Taoisme tampaknya tidak ada hubungan dengan dihelatnya IPO Alibaba yang berhasil mengumpulkan dana senilai US$ 25 miliar atau, menjadikan Ma menjadi orang terkaya di China dalam kurun waktu singkat. 

Tao Te Ching lebih menekankan pembelajaran bagi pembaca untuk hidup sesuai dengan "jalan" yang ditetapkan. Itu akan mengisi rasa "kekosongan" dan menumbuhkan "keterbukaan" dalam diri.

Luncurkan Toyota Sienta Facelift, Beli Model Lama Bisa Dapat Banyak Promo

Yamaha NMAX Pakai Paket Bodi Set Carbon, Bikin Tambah Ganteng

Fitur Terbaru Gmail, Bisa Info Pengirim Jika Alamat Tujuan Tak Dapat Dikirimi Email

Ramalan Zodiak Besok Selasa 3 September 2019, Taurus Lagi Marahan, Virgo Ada Pengemar Rahasia

 

Ma sepertinya menerapkan filosofi Taoisme ke dalam perusahaan yang didirikannya, Alibaba. Hal ini sangat tampak pada dinamika dan budaya kerja yang ada di Alibaba, di mana dedikasi pertama ditujukan untuk konsumen, kedua untuk karyawan dan ketiga bagi pemegang saham.

Mengutip Financial Times, para karyawan secara konstan dievaluasi oleh manajer atas komitmen mereka atas enam nilai inti, yakni: kerja tim, integritas, konsumen adalah yang utama, terbuka atas perubahan, komitmen, serta passion.

Nah, buku Tao Te Ching menekankan seluruh karakteristik ini, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Berbicara tentang filosofi dan agama dengan salah seorang karyawan bisa terasa canggung. Namun, Ma berhasil menemukan cara kreatif untuk menyebarkan semangat Tao melalui Alibaba - yaitu melalui novel kung fu.

Kung fu dan Taoisme terkait erat. Kung fu menanamkan kebajikan "tindakan tanpa tindakan." Hal-hal seperti pernapasan dan kekuatan internal lebih dihargai daripada pukulan pembangkit tenaga listrik.

Banyak karyawan Alibaba telah berbicara tentang kecintaan Ma terhadap novel kung fu, bagaimana mereka adalah bagian dari “budaya kung fu” dan bagaimana para pekerja suka mengadopsi nama panggilan kung fu dari literatur.

Menurut Washington Post, nama panggilan kungfu milik Ma adalah "Feng Qingyang" ("tidak dapat diprediksi dan agresif"). Ma dan koleganya bahkan menyebut enam nilai inti Alibaba dengan teknik kung fu: "Six Vein Spirit Sword".

Ma, yang menghabiskan tahun-tahun awalnya sebagai guru bahasa Inggris sebelum melejit ke panggung bisnis, menggunakan literatur untuk memotivasi karyawannya.

Dengan mendorong karyawannya untuk membaca genre sastra ringan, pada saat yang sama ia menanamkan nilai-nilai filosofis dari Tao Te Ching. Dia mengajar Taoisme tanpa memaksa karyawannya membaca puisi yang sulit dipahami dari teks dasarnya.

Editor: Rio Batubara
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved