Tak Perlu ke Jakarta, BP Batam Punya Alat Canggih Uji Limbah Plastik

Badan Pengusahaan (BP) Batam memiliki laboratorium yang telah terakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN) dengan Nomor LP-746-IDN.

Tak Perlu ke Jakarta, BP Batam Punya Alat Canggih Uji Limbah Plastik
Foto istimewa.
Gas Cromatografy Mass Spektrometry (GCMS), alat yang digunakan untuk pengujian limbah industri. 

TRIBUNBATAM.id - Badan Pengusahaan (BP) Batam memiliki laboratorium yang telah terakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN) dengan Nomor LP-746-IDN.

Labor ini dapat digunakan untuk pengujian limbah ataupun bahan baku scrap plastik untuk memastikan apakah limbah atau bahan baku scrap plastik itu, terkontaminasi Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) atau tidak.

Hal ini, menyikapi maraknya pemasukan limbah plastik ataupun scrap plastik yang dijadikan sebagai bahan baku ke Pulau Batam.

Limbah atau scrap plastik itu sendiri dikhawatirkan terkontaminasi limbah B3.

BP Batam Menuju Kekuatan Kelembagaan, Kewenangan Investasi dan Ekspor

Kepala Seksi Pengujian Mutu atau dikenal juga Kepala Laboratorium Uji BP Batam, Afuan mengatakan, selain dapat digunakan untuk pengujian scrap terkontaminasi, dan pengujian RoHS pada komponen elektronika serta pendukungnya, Laboratorium Uji BP Batam juga dapat digunakan untuk pengujian limbah industri.

"Laboratorium Uji BP Batam melayani pengujian bagi industri dalam memenuhi ketentuan pengaturannya. Sehingga para pengguna jasa laboratorium yang berada di Batam, tidak perlu lagi mengirimkan sampel ke laboratorium di luar Kota Batam," kata Afuan, dalam rilis Humas BP Batam yang diterima Tribun, Senin (2/9/2019).

Menurutnya, untuk memberikan pelayanan terbaik, Laboratorium Uji BP Batam menerapkan standar jaminan mutu yang mengacu kepada ISO 17025.

Metode pengerjaannya mengacu pada Standar Internasional IEC62321 maupun SNI.

"Laboratorium Uji BP Batam juga didukung dengan instrumentasi kimia yang canggih dan terkalibrasi secara reguler," ujarnya.

Afuan menambahkan, jasa analisa yang dapat dilayani meliputi parameter-parameter dalam bidang. Antara lain analisa parameter Restriction of Hazardous Substances Directive (ROHs).

Yaitu analisa bahan materil berbahaya (Pb, Cd, Hg, dan Cr6) yang tidak boleh terdapat dalam peralatan listrik dan elektronik.

Afuan menegaskan, instrumen kimia yang dimiliki Laboratorium Uji BP Batam saat ini dalam kondisi baik dan terkalibrasi. (*/wie)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Agus Tri Harsanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved