ANAMBAS TERKINI

Disebut Tak Sesuai Budaya Melayu, Begini Komentar Warga Soal Nama Jalan 'Nyleneh' di Anambas

Nama jalan di area dalam Bandara Letung, Desa Bukit Padi, Jemaja Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri jadi sorotan.

Disebut Tak Sesuai Budaya Melayu, Begini Komentar Warga Soal Nama Jalan 'Nyleneh' di Anambas
TRIBUNBATAM.id/Septyan Mulia Rohman
Nama jalan di Bandara Letung di Desa Bukit Padi, Kecamatan Jemaja Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri. Terdapat 7 ruas jalan yang masuk pada sisi darat bandara. Jalan ini pun, sering menjadi spot untuk berswafoto. Tribun/Septyan Mulia Rohman. 

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - ‎Nama jalan di area dalam Bandara Letung, Desa Bukit Padi, Kecamatan Jemaja Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri jadi sorotan dan dianggap kontroversial.

Nama jalan yang dicukup unik ini, dikeluhkan warga di Pulau Jemaja.

Misalnya saja, warga Jemaja tinggal di luar pulau mengeluh lewat media sosial dan mengaku nama jalan itu tak mencerminkan budaya Melayu yang kental dengan kehidupan masyarakat Anambas.

Tidak hanya di media sosial. Nama jalan semisal 'Jalan Sama Aku, Nikahnya Sama Temen Aku'. Kemudian Jalan Doang, Jadian Kagak; lalu Jalan Yuk Bosen Nih, Yang Berdua jadi pro kontra warga yang bermukim di Pulau Jemaja.

Warga Desa Rewak, Kecamatan Jemaja Iwan sependapat dengan yang disampaikan warga melalui media sosial. Menurutnya, penamaan jalan itu tidak sesuai dengan Budaya Melayu yang identik di Anambas.

"Kalau saya pribadi sepakat. Yang normal-normal saja lah. Kalau mau yang unik-unik, di tempat wisata saja misalnya. Mungkin lain," ujarnya saat ditemui di Tarempa Selasa (3/9/2019) pagi.

Anambas Miliki Spot Taman Bawah Laut, Jadi Rujukan Wisatawan Mancanegara, Simak Kekhasannya

Berbeda dengan ‎Iwan, warga Kecamatan Jemaja lainnya, Indra kurang sependapat dengan keluhan nama jalan itu.

Ia menilai, penamaan nama jalan itu semata-mata ingin menarik perhatian wisatawan, khususnya penumpang maskapai komersil.

"Kalau yang mengeluhkan papan nama itu, cabut saja sendiri," ujarnya. ‎Pemberian nama jalan itu dilakukan otoritas bandara sejak 2017. Nama jalan itu bertujuan untuk memberikan motivasi dan menarik perhatian pengguna bandara. Penamaan unik bandara ini diakui mendapat kritik dari warga. (tribunbatam.id/septyanmuliarohman)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved