Perang Dagang Belum Berakhir, Amerika Naikkan Tarif, China Gugat ke WTO

Perang dagang China vs Amerika belum ada tanda-tanda berakhir.Terbaru China mengajukan gugatan ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO)

Perang Dagang Belum Berakhir, Amerika Naikkan Tarif, China Gugat ke WTO
Thinkstock.com/andriano_cz
Ilustrasi perang dagang 

TRIBUNBATAM.id - Perang dagang China vs Amerika belum ada tanda-tanda berakhir.

Terbaru China mengajukan gugatan ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Senin (2/9), terhadap langkah Amerika Serikat (AS) yang mengenakan tarif 15% atas produk mereka.

Kementerian Perdagangan China tidak mengungkapkan secara perinci keberatan yang Tiongkok ajukan ke WTO.

Tapi mereka mengatakan, tarif AS berdampak atas ekspor China ke negeri uak Sam senilai US$ 300 miliar .

Mulai 1 September 2019, AS mengenakan tarif 15% pada berbagai barang China termasuk alas kaki, jam tangan pintar, dan televisi layar datar.

Sementara China menerapkan bea baru 5% pada minyak mentah AS.

Singapura Alami Resesi Akibat Perang Dagang China-Amerika, Indonesia Justru Untung?

Menurut Kementerian Perdagangan China, tindakan Washington yang memberlakukan tarif terbaru tersebut melanggar konsensus yang sudah pemimpin China dan AS capai dalam pertemuan di Osaka, Jepang. "China akan mempertahankan hak-hak hukumnya sesuai dengan aturan WTO," kata mereka dalam pernyataan yang dilansir Reuters.

Gugatan tersebut adalah yang ketiga Beijing ajukan untuk menantang kebijakan tarif khusus Presiden AS Donald Trump di WTO.

Berdasar aturan WTO, AS memiliki waktu 60 hari untuk mencoba menyelesaikan perselisihan terbaru mereka dengan China. Kemudian, China bisa meminta WTO untuk mengadili gugatan mereka, sebuah proses yang bisa memakan waktu bertahun-tahun.

Tapi, pengadilan yang panjang itu bisa berakhir dengan China mendapatkan persetujuan dari WTO dan organisasi ini menjatuhkan sanksi perdagangan, jika AS terbukti melanggar aturan.

Halaman
123
Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved