BATAM TERKINI

Penyelundupan di Pelabuhan Batu Ampar, Begini Modus Pelaku Masukkan Barang ke dalam Kapal

Penyelundupan barang-barang yang dilarang ke luar Batam secara bebas masih kerap terjadi di pelabuhan Batu Ampar Batam, begini modus pelaku.

Penyelundupan di Pelabuhan Batu Ampar, Begini Modus Pelaku Masukkan Barang ke dalam Kapal
TRIBUNBATAM.ID/DIPA NUSANTARA
Kepolisian Sektor (Polsek) KKP Batu Ampar, Kota Batam, berhasil menggagalkan penyelundupan rokok tanpa cukai dan handphone bekas, Rabu (28/8/2019) sekitar pukul 11.35 WIB. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Penyelundupan barang-barang seperti rokok tanpa cukai, telepon genggam (handphone) bekas, serta beberapa barang lain seperti minuman beralkohol (mikol), masih sering terjadi di Pelabuhan Batu Ampar, Kota Batam.

Seperti beberapa waktu lalu, Rabu (28/8), petugas Pelabuhan Batu Ampar Batam berhasil menyita empat kardus dan tas gandeng dari calon penumpang yang akan berangkat ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

Dari tas itu, didapati sebanyak 10 slop rokok tanpa cukai dengan merek Exxe, beberapa minuman beralkohol (mikol), dan 10 unit telepon genggam (handphone) bekas dengan merek Sony Experia.

Menanggapi hal ini, Humas Bea dan Cukai Kota Batam, Sumarna, memberikan komentarnya terkait barang yang akan diselundupkan menuju Jakarta itu.

"Memang benar, kami telah menerima info dari unit penindakan KPU BC Batam terkait barang-barang itu," tulisnya via Whatsapp, Selasa (3/9/2019).

Bahkan, beberapa barang sitaan itu pun telah dibuatkan Surat Bukti Penindakan (SBP) dengan status barang akan dijadikan barang yang dikuasai oleh negara.

"Nantinya, barang sitaan itu akan diajukan ke KPKNL. Barang sitaan akan dimusnahkan," tambahnya.

Pernyataan Sumarna sendiri sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 62/PMK.04/2011 tentang penyelesaian terhadap barang yang dinyatakan tidak dikuasai, barang yang dikuasai negara, dan barang yang menjadi milik negara.

Disebutkan pada pasal 3, barang yang dikuasai negara merupakan barang yang dilarang atau dibatasi untuk diimpor atau diekspor yang tidak diberitahukan atau diberitahukan secara tidak benar dalam pemberitahuan Pabean.

Selain itu, barang ini merupakan barang yang ditegah oleh pihak Bea dan Cukai serta barang yang ditinggalkan di kawasan Pabean oleh pemilik yang tidak dikenal.

Halaman
123
Penulis: Dipa Nusantara
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved