Kecelakaan Tol Cipularang, Tersangka Akui Kelebihan Muatan 25 ton saat Mengemudikan Dump Truck

Polisi telah menetapkan dua orang sebagai tersangka dari insiden kecelakaan maut di Tol Cipularang yang menewaskan delapan orang meninggal dunia, pada

Kecelakaan Tol Cipularang, Tersangka Akui Kelebihan Muatan 25 ton saat  Mengemudikan Dump Truck
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Sejumlah petugas membersihkan permukaan jalan dan mengevakuasi bangkai kendaraan bermotor roda empat pascatabrakan beruntun di Tol Cipularang KM 91, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Senin (2/9/2019). Tabrakan beruntun yang melibatkan 21 kendaraan tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia dan sejumlah orang lainnya luka-luka. 

TRIBUNBATAM.id - Polisi telah menetapkan dua orang sebagai tersangka dari insiden kecelakaan maut di Tol Cipularang yang menewaskan delapan orang meninggal dunia, pada Senin (2/9/2019).

Keduanya adalah sopir dump truck yang diduga sebagai penyebab dari terjadinya kecelakaan tersebut.

Polisi kemudian memaparkan, SB dan DH mengemudikan dump truck yang diduga kelebihan muatan.

Diketahui saat itu SB dan DH membawa 37 ton tanah.

Sedangkan kapasitas satu dump truck hanya bisa mengangkut 12 ton tanah.

"Berdasarkan pengakuan tersangka sendiri, ia membawa muatan 37 ton dari seharusnya 12 ton. Ada kelebihan muatan 25 ton," kata Kapolres Purwakarta AKBP Matrius dalam keterangan pers di Mapolres Purwakarta, Rabu (4/9/2019).

Matrius mengatakan, kelebihan muatan membuat fungsi rem kedua dump truck terganggu.

Dump truck yang dikemudikan DH meluncur dan terguling.

Diketahui jalan di tol tersebut berkontur menurun sejauh 7 km.

Hal serupa terjadi dengan dump truck yang dikemudikan SB. Truck SB meluncur dan menabrak belasan kendaraan yang ada di depannya.

Halaman
1234
Editor: Zabur Anjasfianto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved