Selasa, 28 April 2026

BATAM TERKINI

Tak Punya Ongkos Pulang Usai Kompetisi Wakili Kepri, Tim Sepakbola di Batam Ini Terancam Mengemis

Manajemen tim SSB Bina Prestasi Batam mengancam akan mengemis di depan kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) jika tak punya ongkos pulang

TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Tim SSB Bina Prestasi Batam 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kabar menyedihkan datang dari tim sekolah sepak bola (SSB) Bina Prestasi Batam, Kamis (5/9/2019).

18 pemain ditambah 3 official tim terancam tidak dapat pulang ke Kota Batam setelah melakoni Piala Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) U-16 tanggal 1 dan 2 September 2019 lalu.

Sebab, manajemen tim ini tidak memiliki biaya cukup untuk membeli tiket pesawat maupun tiket kapal PELNI untuk pulang ke Batam.

"Mereka itu juara Piala Kemenpora untuk regional Batam dan Kepri," kata Harris Suhendar, panitia penyelenggara Piala Kemenpora Regional Kepri, kepada Tribun, Kamis (5/9/2019) pagi.

Saat dihubungi via telepon, Harris menerangkan awal mula keberangkatan tim ini menuju Kota Tangerang, Banten.

"Setelah mereka juara di tingkat kota, mereka kembali juara di tingkat provinsi. Sebagai penyelenggara, tentu kami hanya memberikan surat rekomendasi kepada pihak Kemenpora sebagai pemilik kompetisi," terangnya.

Harris mengaku tidak mengetahui sama sekali perihal peristiwa yang membuat heboh persepakbolaan di Kota Batam, umumnya di Provinsi Kepri ini.

SSB Blue Eagle Batam Wakili Kepri di Kejuaraan Nasional Danone Cup 2018

Menurutnya, hampir di setiap tahun kompetisi diselenggarakan, peristiwa seperti ini merupakan yang pertama kalinya terjadi.

"Memang biasanya Kemenpora hanya menanggung biaya hotel, konsumsi, serta akomodasi lokal selama kompetisi tingkat nasional itu berlangsung. Untuk biaya pulang, biasanya pihak tim harus pandai-pandai," sambungnya.

Ia menyebut, biasanya setiap tim yang terpilih akan mencari dana dari pemerintah serta pihak sponsor lainnya.

"Kadang ada biaya urunan dari orangtua siswa SSB juga. Dan manajemen tim pun memang dibebaskan untuk mencari dana sponsor," katanya lagi.

Kejadian ini pun baginya menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi setiap instansi terkait.

Sebab, menurutnya lagi, jika tidak cepat diselesaikan maka citra sepak bola Provinsi Kepri serta Kota Batam akan tercoreng.

"Penyelesaiannya langsung tanya ke Dispora Batam atau Kepri saja," pungkasnya.

Sebelumnya, kabar ini membuat heboh para pelaku olahraga lapangan hijau.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved