Jumat, 8 Mei 2026

SEPAKBOLA KEPRI

UPDATE Nasib SSB Bina Prestasi Batam, Penyelenggara: 'Mereka Tidak Terlantar'

Perkembangan nasib Sekolah Sepak Bola (SSB) Bina Prestasi asal Batam. Diberitakan, SSB ini tidak dapat kembali ke Batam

Tayang:
TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Tim SSB Bina Prestasi Batam 

TRIBUNBATAM.id,- Perkembangan nasib  Sekolah Sepak Bola (SSB) Bina Prestasi asal Batam.

Diberitakan, SSB ini tidak dapat kembali ke Batam setelah mengikuti kompetisi Piala Menpora U-16 di Kota Banten, Tangerang, beberapa hari lalu.

Hal ini disebabkan tidak adanya anggaran akomodasi untuk kepulangan 18 pemain serta tiga ofisial tim dengan menggunakan pesawat maupun Pelni.

Tentu, peristiwa ini menjadi sorotan oleh banyak pihak.

 Harris Suhendar, pelaksana kompetisi Piala Menpora tingkat Provinsi Kepri, pun ikut berkomentar.

Kepada Tribun, Jumat (6/9/2019) siang, ia berpesan kepada tiap orangtua siswa SSB Bina Prestasi Batam agar tidak panik.

"Perlu diluruskan. Tim Batam tidak terlantar, mereka masih berada di hotel sampai besok hari," katanya via telepon.

Selain itu, Harris menyebutkan, hal ini tentu menjadi tanggungjawab Panpelnas sepenuhnya.

"Untuk penginapan memang telah disediakan sejak tanggal 1 hingga 6 September. Sesuai pelaksanaan teknis," sambungnya.

Sebelumnya, Harris menjelaskan perihal permasalahan ini.

"Mereka itu juara Piala Kemenpora untuk regional Batam dan Kepri," kata Harris Suhendar, panitia penyelenggara Piala Kemenpora Regional Kepri, kepada Tribun, Kamis (5/9/2019) pagi.

Saat dihubungi via telepon, Harris menerangkan awal mula keberangkatan tim ini menuju Kota Tangerang, Banten.

"Setelah mereka juara di tingkat kota, mereka kembali juara di tingkat provinsi. Sebagai penyelenggara, tentu kami hanya memberikan surat rekomendasi kepada pihak Kemenpora sebagai pemilik kompetisi," terangnya.

Harris mengaku tidak mengetahui sama sekali perihal peristiwa yang membuat heboh persepakbolaan di Kota Batam, umumnya di Provinsi Kepri ini.

Menurutnya, hampir setiap tahun kompetisi diselenggarakan, peristiwa seperti ini merupakan yang pertama kalinya terjadi.

"Memang biasanya Kemenpora hanya menanggung biaya hotel, konsumsi, serta akomodasi lokal selama kompetisi tingkat nasional itu berlangsung. Untuk biaya pulang, biasanya pihak tim harus pandai-pandai," sambungnya. (dna)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved