Selasa, 19 Mei 2026

Dua Lansia Tidur di Gubuk Bersama Belasan Ekor Kambing

Kakak-beradik berusia 70-an tahun itu tinggal hanya berdua. Mereka menggantungkan hidup dari mengangon atau memelihara kambing di rumah mereka

Tayang:
Kompas.com/Farida
Uka dan Icih, dua lansia berusia 70 tahun tidur di gubuk bersama belasan ekor kambing di Karawang, Jawa Barat 

TRIBUNBATAM.ID, KARAWANG - Dua lansia bernama Uka dan Icih di Kampung Krajan Pawanda, Desa Medangasem, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang, Jawa Barat hidup memprihatinkan.

Ia harus berbagi tempat tidur dengan belasan ekor kambing di dalam satu rumah.

Kakak-beradik berusia 70-an tahun itu tinggal hanya berdua dan tak lagi punya sanak saudara.

Mereka menggantungkan hidup dari mengangon atau memelihara kambing milik orang lain yang dititipkan kepada mereka.

Guru yang Cabuli Lima SiswI Bantah Kabur ke Karimun, Keberadaannya Diketahui Setelah Dipancing Guru

HONG KONG Masih Membara Hingga Malam Ini. Beredar |su Tiga Orang Tewas Akibat Serangan Polisi

Lowongan Kerja PT PLN (Persero) Lulusan Diploma hingga Sarjana, Dibuka 7-20 September 2019

KPK Protes Tak Dilibatkan Soal Revisi UU KPK, Politisi PDIP: Kami Selalu Mensupport

"Kalau dijual, dapat upah dari yang punya," ujar Icih seperti dilansir TribunBatam.id dari Kompas.com, Sabtu (7/9/2109).

Naas, baru-baru ini uang sebesar Rp 300.000 hasil upah penjualan kambing hilang. Padahal, uang itu akan digunakan untuk membeli beras, obat nyamuk, dan kebutuhan lain.

Obat nyamuk bagi keduanya sudah selayaknya kebutuhan pokok.

Maklumlah, karena rumah mereka dipenuhi oleh kambing yang kotor, malam hari banyak nyamuk berseliweran di dalam rumah mereka.

"Kalau malam sering tidak bisa tidur. Apalagi sedang batuk seperti ini," kata Icih.

Setiap pagi, mereka harus menyapu kotoran kambing di rumah mereka.

Rumah yang terbuat dari bambu itu terdiri dari dua ruangan. Ruangan luar untuk kandang kambing dan satu ruangan lagi untuk kamar mereka.

Icih berbagi dipan dengan kambing yang dipeliharanya (Kompas.com)

Pantauan Kompas.com, di ruangan itu juga terdapat dua dipan kayu yang terdapat sisa-sisa kotoran kambing.

Rumah itu dipenuhi oleh aroma busuk yang menyengat akibat bau kambing dan kotorannya.

Sementara, ruangan dalam untuk tidur mereka berdua. Ruang tidur terdapat dua dipan tanpa kasur. Satu untuk tidur Uka dan satu untuk tidur Icih.

Tak ada pintu antara ruang untuk kambing dan ruang tidur.

"Kalau tidur ya begini saja, enggak pakai kasur. Kadang-kadang kambing juga masuk ke dalam (ruang tidur)," kata Icih.

Rumah yang mereka tempati itu juga tak layak.

Dinding bambu rumah itu sudah jebol. Untuk memasak pun harus di luar rumah untuk menghindari kebakaran.

"Kalau memasak di depan," kata dia.

Awalnya, rumah mereka ada dua. Satu untuk Icih dan satu untuk Uka. Namun, mereka memilih tinggal berdua di rumah belakang yang saat ini mereka tempati.

Meski keadaan mereka kurang layak, Icih menyebut, ia dan kakaknya tak pernah mendapat bantuan beras, bantuan program keluarga harapan (PKH), atau bantuan lain dari pemerintah.

"Enggak ada bantuan dari pemerintah," kata Icih.

Meski demikian, ia mengaku ada beberapa warga yang berbaik hati mengulurkan tangan. Terlebih setelah kondisi kehidupan keduanya tersebar di media sosial.

"Tadi ada yang datang, ngasih beras," kata Icih.

Setelah kondisi dua lansia ini viral di media sosial, pemerintah setempat pun tersengat.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukinan (PRKP) Karawang Ramon Wibawa Laksana mengatakan, pihaknya akan memprioritaskan pembangunan rumah layak huni (rulahu).

Dinas PRKP akan membantu kedua lansia tersebut agar mendapat rumah layak huni.

Setidaknya, kedua lansia tak perlu lagi serumah dengan kambing.

"Jika tanahnya milik sendiri, saya sudah minta camat untuk segera diajukan (rulahu)," kata Ramon.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved