Ada Informasi Penguranga Penerbangan di Bandara Leteung Langsung Ditanggapi Otoritas Bandara

Kepala Satuan Pelayanan (Kasatpel) Bandara Letung, Abdul Azis belum menerima surat resmi dari maskapai komersil soal perubahan frekuensi penerbangan.

Ada Informasi Penguranga Penerbangan di Bandara Leteung Langsung Ditanggapi Otoritas Bandara
Tribunbatam.id/Septyan Mulia Rohman.
Penumpang maskapai komersil di Bandara Letung, Desa Bukit Padi, Kecamatan Jemaja Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri. Foto diambil beberapa waktu lalu. 

Belum terima surat resmi, Kasatpel Bandara Letung sebut belum ada pengurangan jadwal penerbangan

TRIBUNBATAM.id, ANAMBAS - Kepala Satuan Pelayanan (Kasatpel) Bandara Letung, Abdul Azis belum menerima surat resmi dari maskapai komersil soal perubahan frekuensi penerbangan.

Melalui Whats App, Azis menegaskan kalau jadwal penerbangan maskapai komersil masih setiap hari dengan rute Batam-Letung dan Tanjungpinang-Letung PP.

Penegasan yang disampaikan Azis ini, sekaligus menjelaskan tentang kabar adanya pengurangan frekuensi penerbangan di bandara yang terletak di Desa ‎Bukit Padi, Kecamatan Jemaja Timur itu.

Pak Lurah di Karimun Minum Racun Serangga, Sudah 2 Kali Berniat Mau Bunuh Diri

Dalam beberapa media sosial, maskapai yang satu satunya beroperasi di bandara itu mengurangi frekuensi penerbangan menjadi 4 kali dalam satu minggu.

Frekuensi penerbangan itu mengurangi jadwal penerbangan Tanjungpinang- Letung yang biasanya beroperasi setiap hari Minggu.

"Sampai saat ini, belum ada surat resmi dari maskapai yang kami terima," ujarnya Minggu (8/9/2019).

Kabar pengurangan frekuensi penerbangan di Bandara Letung ini muncul setelah kejadian calon penumpang yang gagal berangkat ke Batam Kamis (5/9) akibat kendala teknis di kapal antarmoda.

Jumlah calon penumpang yang berangkat menggunakan maskapai komersil jadi kekhawatiran masyarakat maskapai komersil ini bakal hengkang dari Anambas.

Selain di Bandara Letung, maskapai komersil lain juga beroperasi di Bandara Khusus Matak dengan rute penerbangan yang sama.

Berbeda dengan maskapai komersil di Bandara Letung yang harga tiketnya berubah-ubah antara Rp 600 ribuan untuk tujuan Letung - Batam.

Maskapai komersil di Bandara Khusus Matak mematok tiket mencapai Rp 1 jutaan tujuan Matak-Tanjungpinang.

Perbedaan armada pada maskapai diketahui menjadi penyebab mengapa harga tiket yang dijual jauh lebih mahal.

"Kalau di Bandara Letung itu kan saling berkaitan. Kalau antarmodanya lancar, mobil yang mengantar calon penumpang ke bandara pun juga terkena dampaknya. Begitu juga sebaliknya. Apalagi Anambas terus mempromosikan potensi pariwisatanya," sebut penggiat wisata Anambas, Gusdi Munandar.(tribunbatam.id/septyanmuliarohman)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved