6 Fakta Baku Tembak Polisi dan Eks TNI, Awal Mula Insiden hingga Anak Kecil Kena Tembak di Kepala
Salah satu dari anak kecil yang berada di atas mobil juga terkena tembakan di bagian kepala.
#6 Fakta Baku Tembak Polisi dan Eks TNI, Awal Mula Insiden hingga Anak Kecil Kena Tembak di Kepala
TRIBUNBATAM.id - Insiden baku tembak antara anggota polisi dengan mantan anggota TNI bernama Khairullah.
Khairullah disebut sebagai anggota komplotan pencuri sapi yang meresahkan warga.
Peristiwa baku tembak antara polisi dan komplotan pencuri sapi tersebut terjadi pada Sabtu (7/9/2019) di Tanah Laut, Kalimantan Selatan (Kalsel).
Hal tersebut dibenarkan oleh Kapolres Tanah Laut, AKBP Sentot Adi.
• Baku Tembak Eks Prajurit TNI dengan Polisi, Brigadir Ruvi Kritis, Pelaku Kabur Bersama Komplotan
• KISAH Seorang Buser Buru Abdul Lahab Begal Tersadis, Dari Baku Tembak, Luka Hingga Tak Pulang 4 Hari
"Dari informasi, tersangka yang sementara kami kejar ini adalah bekas anggota TNI, pecatan Zipur, catam (calon tamtama)," ujar Sentot Adi, saat dihubungi, Minggu (8/9/2019).
Peristiwa yang terjadi di Desa Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut, Kalsel, tersebut mengakibatkan seorang seorang polisi dan seorang komplotan pelaku pencurian sapi terluka tembakan.
Berikut enam fakta baku tembak polisi dan bekas anggota TNI, dirangkum Tribunnews dari Kompas.com :
1. Polisi Kritis

Seorang anggota polisi yang terlibat baku tembak mengalami kritis, Sabtu (7/9/2019).
Hal ini dibenarkan oleh Dirkrimsus Polda Kalsel, Kombes Rizal.
"Iya benar, ada anggota kena tembak, saat ini dirawat di dalam, kondisinya kritis," ujar Rizal, saat diwawancara di Rumah Sakit Ulin, Banjarmasin, Sabtu (7/9/2019), dikutip Tribunnews dari Kompas.com.
Rizal memastikan seorang anggota komplotan juga terkena tembak dalam insiden itu.
Namun, pelaku yang terkena tembakan bisa melarikan diri masuk ke hutan karet tak jauh dari lokasi baku tembak.
Belakangan diketahui, polisi yang tertembak bernama Brigadir Ruvi Susanto.
Ruvi Susanto bertugas di Polsek Panyipatan, Polres Tanah Laut.
"Polisi yang korban ini adalah mantan anak buah saya, untuk kronologinya, nanti kapolres Tanah Laut yang memberi komentar," tambah Rizal.
2. Pelaku Melarikan Diri
Saat dilakukan penyergapan, tersangka Khairullah dapat kabur dari hadangan polisi dengan kondisi luka tembak masuk ke hutan karet.
Tersangka, lanjut Sentot, kini dalam pengejaran tim gabungan Resmob Polda Kalsel, Polres Tanah Laut, dan Polres Pulang Pisau, Polda Kalteng.
Diketahui, tersangka masih memegang senjata api jenis pistol.
Saat baku tembak dengan polisi, pistol itulah yang digunakan menembak.
"Yang digunakan baku tembak itu jenis pistol, ini masih dipegang tersangka, yang laras panjang kami temukan di bagasi mobil," lanjut Sentot, dikutip Tribunnews dari Kompas.com.
Selama dalam pengejaran, polisi juga sudah menerjunkan anjing pelacak untuk membantu mengendus arah tersangka melarikan diri.
"Kami minta bantuan polda untuk terjunkan anjing pelacak," ucap Sentot.
Menurut Sentot, kondisi hutan karet yang digunakan tersangka melarikan diri adalah perbukitan dengan medan yang sulit.
"Di atas kebun karet itu kan gunung-gunung, habis itu lari dan saat ini masih dalam pengejaran," ujar Sentot.
3. Kronologi
Baku tembak dimulai saat polisi melakukan pengejaran terhadap tersangka di Desa Batu Tungku, Panyipatan, Tanah Laut, Kalimantan Selatan (Kalsel).
Dalam kejadian ini, seorang anggota polisi dan seorang anak kecil terkena tembakan.
Dilansir Kompas.com, tersangka mengendarai Toyota Innova dibuntuti oleh polisi dari Polres Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.
Kemudian, pencarian dilanjutkan oleh Polres Tanah Laut, Kalsel.
Sentot Adi mengatakan, sebelum terjadi aksi baku tembak, tersangka yang sudah mengetahui kedatangan polisi.
Lantas, ia menabrakkan mobil yang dikendarainya ke mobil polisi.
"Mobilnya dihadang anggota, rupanya si tersangka ini melawan, jadi dia menabrakkan mobil itu ke mobil anggota, kemudian anggota turun, terjadilah baku tembak," ujar Sentot Adi, saat dihubungi Kompas.com, Minggu (8/9/2019).
Usai baku tembak, tersangka masih sempat mengendarai mobilnya melarikan diri dari hadangan polisi.
Namun, kondisi ban yang pecah terkena peluru saat baku tembak membuat mobil tak bisa bergerak lebih jauh.
Tersangka akhirnya berhenti di pinggir jalan dan melarikan diri masuk ke kebun karet.
"Saat melarikan diri itu, polisi sempat mengejar, ketemu mobilnya tapi tersangka sudah lari masuk ke dalam hutan," lanjut Sentot.
4. Satu Anak Kena Luka Tembak
Di dalam mobil, polisi mendapati tiga orang.
Dua di antaranya adalah anak kecil bersama orangtuanya.
Salah satu dari anak kecil yang berada di atas mobil juga terkena tembakan di bagian kepala.
5. Senjata Tersangka
Selain itu, polisi juga menemukan senjata api laras panjang dan sebuah parang.
"Jadi, di mobil tersangka kami temukan senjata laras panjang dan 9 butir peluru tajam 5,5 milimeter dan sebuah parang," kata Sentot.
"Anak kecil dalam mobil tersebut juga terkena tembakan," imbuhnya, dikutip Tribunnews dari Kompas.com.
Sentot menambahkan, bukan senjata laras panjang yang digunakan tersangka saat baku tembak dengan anggotanya.
Saat baku tembak, tersangka terlihat menggunakan senjata api lain.
Peluru dari senjata inilah yang mengenai salah satu anggota Polres Tanah Laut.
"Jadi, tersangka ini kalau dari keterangan saksi itu, dia juga bawa pistol kecil, jadi dia nyetir, di depannya itu diletakan pistol dalam tas, pistol itulah yang digunakan saat baku tembak," ucap Sentot.
6. Korban Jalani Operasi

Brigadir Edi Ruvi Susanto telah menjalani operasi pengangkatan proyektil, Minggu (8/9/2019) dini hari.
"Saat ini masih operasi pengangkatan proyektil," ujar Dirkrimsus Polda Kalsel, Kombes Rizal Irawan, saat diwawancara wartawan, Minggu (8/9/2019) dini hari.
Dilansir Kompas.com, korban diketahui tertembak di bagian punggung depan tembus ke bagian belakang.
Usai baku tembak dengan komplotan pelaku pencurian sapi, korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara, Polda Kalsel.
Numun, karena kondisinya yang kritis, korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Ulin, Banjarmasin.
"Untuk kondisinya kami belum tau, dokter juga belum bisa memastikan," ujar Rizal.
"Intinya masih dioperasi, tapi, saat ini, korban butuh darah O," lanjutnya.
#6 Fakta Baku Tembak Polisi dan Eks TNI, Awal Mula Insiden hingga Anak Kecil Kena Tembak di Kepala
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul 6 Fakta Baku Tembak Polisi dan Eks TNI: Kronologi Kejadian hingga Anak Kecil Kena Tembak di Kepala