Antrean Solar Panjang Mengular, Diseperindag Kota Batam Bantah Kalau Solar di Batam Langka
Disperindag Koata Batam menanggapi isu langkanya BBM Jenis Solar di Kota Batam
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Menanggapi antrean kendaraan berbahan bakar minyak (BBM) solar di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU), Kepala Disperindag Kota Batam Gustian Riau menyebutkan antrean bukan karena langka.
Melainkan adanya keterlambatan pemasok mengantarkan minyak ke SPBU.
"Pengantrean di SPBU yang berada di sekitar Batam Center, si pemasoknya itu mengantarkan minyaknya terlambat sehingga stoknya berkurang," ujar Gustian kepada Tribun, Jumat (6/9/2019).
Diakuinya tidak ada kelangkaan solar di Batam dan masih batas normal.
Tak ada lonjakkan yang sangat drastis.
"Mekanisme sudah kita lakukan karena kita sudah memberikan kartu breeze kepada seluruh mobil yang menggunakan solar bersubsidi. Dan itu sudah terdata sama kita. Bahkan mobil minyaknya itupun sudah kita data," paparnya.
Solar Langka di Batuaji
Pasokan premium dan solar langka di sejumlah SPBU di Batuaji dan Sagulung, Batam.
SPBU di Tanjunguncang, Minggu (10/3/2019) juga mengalami kekosongan pasokan premium dan solar.
Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium dan juga Solar menjadi pemandangan setiap hari hampir di setiap SPBU yang ada di Batam, khususnya Batuaji dan Sagulung.
Hal tersebut sangat disesalkan warga, pasalnya hanya untuk mengisi premiun Rp 10 ribu untuk motor harus ikut mengantri berjam jam.
"Sebenarnya dimana sih masalahnya, masa setiap hari selalu banyak orang yang antri untuk isi premium,"kata Hendro, Warga Batuaji, Minggu (10/3/2019).
Yang parahnya kata Hendro sampai pukul 22.00 Wib, saat SPBU mau tutup semakin banyak orang yang antri.
• Sudah 4 Stok Premium di Karimun Kosong, Kapal Transporter BBM Ditangkap
• Begini Cerita Cucu Bung Hatta yang Bikin Akun Grab Minta Maaf Gegara Tip
"Kita bingung juga, apakah memang jatah bensin dikurangi atau seperti apa,"kata Hendro.
Di tempat terpisah Sudung, pemilik lori di Sagulung, sangat menyesalkan kebijakan pemerintah Kota Batam dan pertamina, yang membuat kebijakan bahwa mobil berbahan bakar Solar harus menggunakan Kartu BBM.
"Yang kita sesalkan itu, kartu sudah kita urus, saldo sudah kita isi, tetapi di SPBU kita harus antri berjam jam hanya untuk mengisi minyak solar,"kata Sudung.
Dia juga menceritakan setiap pemilik kartu kuotanya dibatasi dimana pengisian satu hari hanya 30 liter, untuk satu kartu.
• Terungkap, Bojan Malisic Sebut Pemain yang Akan Segera Gabung Persib Bandung dan Minta Segera Datang
"Namun yang membuat kita heran, kenapa di SPBU selalu antri yang sakitnya, kita susah antri tetapi pas giliran kita minyak habis. Kan ini sangat sakit,"kata Sudung.
Sudung menceritakan di Batuaji dan Sagulung ada delapan SPBU, namu. Setiap hari selalu terjadi antrian panjang."Ini patut dipertanyakan juga, berapa sih penduduk Batuaji dan Sagulung, serta penduduk pulau ya g dekat dengan Sagulung dan Batuaji,"kata Sudung.
Dia berharap pemerintah bisa lebih lagi melakukan pengawasan agar, minyak tersebut tidak disalah gunakan.
"Kita tidak butuh banyak, paling hanya untuk tangki tetapi kok bisa sampai berjam jam antr inya,"Kata Sudung.
Sementara mengenai kelangkaan premium dan Solar tersebut, petugas SPBU Tanjunguncang yang dikonfirmasi tribun mengatakan tidak ada kelangkaan, hanya saja begitu bensin dan Solar masuk, tidak lama langsung habis."Sekarang saja bensin belum masuk sudah ada orang yang antri,"kata Ahmad.(tribunbatam.id/Roma Uly Sianturi)