Dosen UPB Mengabdi ke Masyarakat Pembuat Batu Bata, Produksi Bersaing Dengan Negara Singapura

Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja

Dosen UPB Mengabdi ke Masyarakat Pembuat Batu Bata, Produksi Bersaing Dengan Negara Singapura
TRIBUNBATAM/IST
Dosen Universitas Putera Batam saat melakukan pengabdian ke masyarakat pada kelompok usaha batu bata technopreneur di Kota Batam. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Tri Dharma Perguruan Tinggi merupakan hal harus dilakukan oleh perguruan tinggi di seluruh Indonesia yang terdiri dari pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Hal tersebut tertuang dalam undang-undang tentang pendidikan tinggi dimana pengabdian kepada msyarakat adalah kegiatan sivitas akademika yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Dalam melaksanakan kewajiban tri dharma perguruan tinggi tersebut Universitas Putera Batam selalu melakukan pengabdian kepada masyarakat dan salah satunya adalah tim pengabdian Universitas Putera Batam yang terdiri dari dosen dan mahasiswa (Dr. Nur Elfi Husda, S.Kom., M.SI., Sri Zetli, S.T., M.T., Narti Eka Putria, S.Kom., M.SI., Ummi Kalsum Harahap, dan Miftach Rizqillah) yang dilakukan pada dua mitra pengabdian dari usaha batu bata yang ada di Kelurahan Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk.

Mantan Ketua DPRD Kepri Peluk dan Cium Kap Mobil Dinasnya, Jumaga: Lima Tahun, Aku Sama Dia

Masa Bakti Letkol Rizal Jabat Dandim Berakhir, Penggantinya Mantan Komandan Sekolah Calon Bintara

Disinggung Hotman Paris Pernah Mencuri Roti Bekas, Begini Reaksi Atta Halilintar

Industri yang paling lama ada di Kota Batam adalah batu bata, dimana diperkirakan sudah ada sejak tahun 1898 yang saat itu bersaing ketat dengan produksi batu bata di negara Singapura.

Salah satu tempat usaha batu bata yang masih banyak di Kota Batam adalah di Kelurahan Tanjung Piayu, Kecamatan Sei. Beduk.

Usaha batu bata yang dilakukan masyarakat Tanjung Piayu merupakan home industry dan usaha keluarga. Banyaknya usaha batu bata dilakukan oleh masyarakat Tanjung Piayu karena masih banyaknya tanah kosong serta tanah yang mengandung tanah liat yang baik untuk bahan batu bata.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan dari bulan Juli 2019 sampai dengan November 2019 bertempat di usaha batu bata Heri dan Yasin.

Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain Pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Pelatihan Pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP), pelatihan dan pembimbingan Pemasaran berbasis teknologi (Technopreneur) serta pembuatan website untuk kedua usaha mitra agar dapat memasarkan hasil pembuatan batu bata tidak hanya di Kota Batam saja. Adapun website dari kedua mitra tersebut adalah http://www.heribatubata.com dan http://yasinbatubata.com yang saat ini sudah dapat diakses oleh masyarakat yang ingin memesan batu bata langsung kepada mitra tersebut.

Semua rangkaian kegiatan mendapat sambutan positif dari kedua mitra dengan antusiasnya pekerja dan pemilik usaha mengikuti rangkaian kegiatan yang dilakukan.

Dalam salah satu kegiatan juga dilaksanakan penyerahan Alat Pelindung Diri (APD) berupa baju safety, sepatu boot, sarung tangan, helm dan masker serta SOP yang sudah selesai dibuatkan.

Harapan dari tim pengabdi semoga dengan pengabdian yang dilakukan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat terutamanya pemilik dan pekerja usaha batu bata di Kelurahan Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk.(*)

Editor: Ucu Rahman
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved