BATAM TERKINI

Bisakah Mantan Napi Ikut Pemilihan Kepala Daerah? Begini Jawaban Ketua KPU Provinsi Kepri

Bolehkah mantan narapidana ikut pemilihan kepala daerah saat Pilkada serentak 2020 mendatang? Simak penjelasan Ketua KPU Provinsi Kepri berikut ini.

Bisakah Mantan Napi Ikut Pemilihan Kepala Daerah? Begini Jawaban Ketua KPU Provinsi Kepri
Istimewa
Ilustrasi 

Bisakah Mantan Napi Mencalonkan Sebagai Kepala Daerah? Begini Jawaban Ketua KPU Provinsi Kepri

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Tahun 2020 mendatang, ratusan kabupaten/kota dan puluhan provinsi se-Indonesia akan menggelar Pilkada serentak

Tak terkecuali Provinsi Kepri serta 6 kabupaten/kota lainnya.

Sejumlah calon digadang-gadang menjadi calon Gubernur Kepri.

Sebut saja, Mantan Wakil Gubernur Kepri HM Soerya Respationo serta Isdianto Plt Gubernur Kepri saat ini.

Kemudian muncul nama tokoh Huzrin Hood, Wali Kota Batam HM Rudi. Tak ketinggalan nama mantan Gubernur Kepri Ismeth Abdullah.

Hanya saja, banyak yang bertanya-tanya, apakah seorang mantan narapidana (napi) berpeluang mencalonkan diri?

Sebut saja, Ismeth Abdullah yang merupakan mantan narapidana kasus korupsi.

Jelang Pemilihan Gubernur Kepri 2020, Sekdaprov Ingatkan KPU dan Bawaslu, Ternyata Masalah Anggaran

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepulauan Riau Sriwati mengatakan, terkait seorang narapidana mencalonkan diri belum ia berani menjawab secara gamblang.

"Karena semua keputusan itu ada di ranah KPU RI pusat di Jakarta. Nah, dalam waktu dekat ini kami ke Jakarta soal pilkada serentak ini. Untuk saat ini, belum bisa kami memberikan statement terlalu jauh. Kami tunggu arahan dulu," katanya ketika dihubungi via ponsel Rabu (11/9/2019).

Halaman
12
Penulis: Leo Halawa
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved