Jumat, 15 Mei 2026

BJ Habibie Ingin Batam Jadi Pusat Dirgantara

Bapak Pembangunan Batam, BJ Habibie mengingatkan agar pengembangan Batam kembali pada fitrahnya, seperti di awal pembentukan dulu

Tayang:
TRIBUNBATAM.id/ARGIANTO
BJ Habibie Presiden RI ke-3 

Untuk memproduksi pesawat terbang ini, Indonesia bisa bekerjasama dengan Singapura, atau Malaysia. Atau siapa saja sesuai kemampuannya.

 

"Kita sudah buktikan. Kita mampu membuatnya. Kita sudah kembangkan tiga pesawat terbang. Saya mau pindahkan kemari (Batam), dan semuanya high-tech," ujarnya.

Dikatakan, dalam pembuatan pesawat terbang, 40 persen bahan bakunya diproduksi Boeing, sedangkan 60 persennya diproduksi supplier.

"Tapi vendor companies harus bersaing. Dia akan datang sedekat mungkin di tempat yang nyaman, ada prasarana, ekonomi yang baik, ada sistem yang baik, peraturan yang baik, transparan dan seterusnya," kata Habibie.

 

Mengapa pesawat terbang?

Habibie menegaskan, dalam pembangunan dan pengembangan produk-produk di Indonesia dari Sabang sampai Merauke, infrastruktur menjadi hal penting.

"Kita tidak mungkin buat kereta api dari Sabang sampai Merauke. Karena 70 persen wilayah Indonesia lautan," ujarnya.

Tidak juga hanya bisa mengandalkan kapal laut. Karena hanya sampai pantai. Jalan satu-satunya, harus membuat pesawat terbang. Sementara jika mengimpor pesawat terbang dari luar negeri apalagi dalam jumlah besar, memakan biaya yang tinggi.

"Kita tak bisa impor pesawat terbang. Bagaimana bayarnya? Tak bisa dalam Rupiah. Kita harus bayar dengan valuta yang dikehendaki," kata Habibie.

Tinjau MRO Lion Air

BJ Habibie hanya memantau Maintennace Repair and Overhaul (MRO) Lion Air Nongsa Batam dari dalam bus. 

Sekitar pukul 09.30 Wib pagi Baharuddin Jusuf (BJ) Habibie beserta rombongan masuk dalam kawasan Maintennace Repair and Overhaul (MRO) Lion Air Nongsa Batam.

Iring-iringan kendaraan rombongan pun hanya memutar di depan MRO tersebut dan berjalan, serta berhenti di lahan yang masih menjadi kawasang MRO Lion Air

 Pantauan Tribunbatam.id, kendraaan mini bus yang digunakan Habibie beserta rombongan yang tepat di belakang kawalan mobil Polisi Militer pun hanya terparkir lurus sesuai iring iringan

Tidak terlihat satu orang pun yang keluar dari mobil tersebut.

Sekitar setengah jam lebih atau tepatnya pukul 10.16 Wib pagi, rombongan langsung meninggalkan lahan kawasan tersebut

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved