Jembatan Barelang, Ikonik Kota Batam yang Dibangun di Era Kepemimpinan BJ Habibie

Jembatan Barelang menjadi infrastruktur spektakuler yang dibangun pada era kepemimpinan BJ Habibie sebagai Ketua Otorita Batam

Jembatan Barelang, Ikonik Kota Batam yang Dibangun di Era Kepemimpinan BJ Habibie
TRIBUNBATAM.id/ARGIANTO
BJ Habibie Presiden RI ke-3 

TRIBUNBATAM.id - Presiden ketiga RI, Bacharuddin Jusuf Habibie meninggal dunia. Pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936 itu meninggal akibat penyakit yang dideritanya, Rabu (11/9/2019).

Sosok BJ  Habibie sangat dikenal di Batam,  sebelum menjadi Presiden beliau pernah mengemban tugas sebagai Ketua Otorita Batam.

Salah satu karya Ikoniknya adalah jembatan Barelang.

Jembatan Barelang menjadi infrastruktur spektakuler yang dibangun pada era kepemimpinan BJ Habibie sebagai Ketua Otorita Pengembangan Daerah Industri Batam.

Hingga saat ini jembatan tersebut masih populer dan menjadi ikon Batam yang banyak dikunjungi wisatawan.

Melihat dari tahun pembangunannya, Jembatan Barelang merupakan jembatan pertama yang dibangun di Indonesia.

Sebelum ada jembatan yang menghubungkan antara Surabaya dan Madura, antara Jawa dan Bali, Jawa dan Sumatera dan lainnya.

Jembatan ini terdiri dari enam buah jembatan yang menghubungkan Batam dengan enam pulau lainnya, yakni Pulau Tonton, Nipah, Setokok, Rempang, Galang dan Galang Baru.

Dibangun di atas laut.

Antara satu jembatan dan lainnya juga memiliki konstruksi dan bentuk yang berbeda. Tahukah kamu mengapa?

Mengutip dari buku Mengungkap Fakta Pembangunan Batam Era BJ Habibie, konstruksi dan bentuk jembatan pada enam buah jembatan Barelang sengaja dibuat tak sama.

Tujuannya agar jembatan ini dapat menjadi semacam laboratorium lapangan bagi insinyur Indonesia untuk menerapkan ilmu yang dipelajari. Khususnya dalam bidang teknologi.

Secara keseluruhan, panjang enam jembatan ini adalah 2.264 meter dan jalan sepanjang 53,65 km.

Untuk desain, pelaksanaan pembangunan jembatan, dan pengawasannya dilakukan langsung putra-putri Indonesia.

Biaya yang dihabiskan pembangunan enam jembatan Rp 257 miliar.

Sedangkan pembangunan Jalan Trans Barelang sebagai penghubungnya Rp 77,3 miliar.

Pembangunan jembatan dan jalan Trans Barelang disiapkan untuk memberikan dampak pada percepatan pengembangan dan pertumbuhan Barelang secara keseluruhan.

1. Jembatan I Barelang

Proyek jembatan pertama dikerjakan PT Pembangunan Perumahan. Itu setelah melalui proses tender, dan didapatlah pemenang yang akan melaksanakan pembangunannya dari PT Pembangunan Perumahan.

Jembatan I Barelang diberi nama Teungku Fisabilillah. Nama ini diambil dari nama Raja yang Dipertuan Muda Riau-Lingga-Johor-Pahang IV.

Jembatan ini menghubungkan Pulau Batam dan Pulau Tonton dengan tipe cable stayed. Sesuai masterplan, Pulau Tonton akan dikembangkan sebagai kawasan pariwisata. Pembangunan enam jembatan ini dimulai pada Oktober 1993. Namun tak disebutkan berapa lama pengerjaan jembatan I ini.

2. Jembatan II Barelang

Proyek jembatan ini dikerjakan PT Hutama Karya. Disebut juga Jembatan Nara Singa II. Diambil dari nama seorang Panglima Raja Indragiri Hulu. Merupakan jembatan Balance Cantilever Box Gierder, Single Box terpanjang di Indonesia saat itu. Yakni panjangnya 420 meter dan lebar 18 meter.

Jembatan ini menghubungkan Pulau Tonton dan Pulau Nipah. Pulau Nipah sendiri direncanakan sebagai kawasan suaka alam, pelestarian alam, cagar alam dan ilmu pengetahuan. Pengerjaan jembatan memakan waktu 1.305 hari dan selesai pada 31 Mei 1997.

3. Jembatan III Barelang

Diberinama Jembatan Raja Ali Haji. Diambil dari nama seorang ulama, sejarawan dan pujangga abad ke-19 dari Kerajaan Lingga. Raja Ali Haji juga merupakan cucu Raja Haji Fisabilillah. Maha karyanya yang terkenal adalah Gurindam Dua Belas.

Jembatan III dibangun PT Bangun Cipta Kontraktor. Merupakan jembatan dengan tipe segmental concrete box girder dengan tipe pondasi abutment. Lama pengerjaan 901 hari dan selesai pada 31 Maret 1996.

4. Jembatan IV Barelang

Diberi nama Jembatan Sultan Zainal Abidin. Diambil dari nama seorang pejuang di Riau sekaligus ulama. Ia berjasa melakukan perlawanan terhadap penjajahan Belanda untuk mempersatukan Rokan dari Hulu hingga Hilir.

Dibangun PT Waskita Karya. Lama pengerjaan 1.328 hari dan selesai pada 31 Mei 1997. Jembatan ini menghubungkan Pulau Setoko dan Pulau Rempang. Dilihat statusnya sebagai taman buru, Pulau Rempang akan dikembangkan sebagai daerah industri, pemukiman, pariwisata, perdagangan dan jasa.

Desainnya hampir sama dengan Jembatan II dan merupakan jembatan Balance Cantilever.

5. Jembatan V Barelang

Diberi nama Tuanku Tambusai. Diambil dari nama pahlawan nasional di masa penjajahan Belanda. Jembatan ini menghubungkan Pulau Rempang dan Pulau Galang.

Pulau Galang akan dikembangkan menjadi daerah perdagangan dan jasa, pemukiman, kawasan suaka alam, pelestarian alam, cagar alam, dan pariwisata. Andalannya, wisata sejarah bekas penampungan pengungsi Vietnam.

Dibangun PT Istaka Karya. Lama pengerjaan 1.257 hari dan selesai pada 25 Januari 1998. Merupakan jembatan busur dengan konstruksi beton bertulang yang pertama di Indonesia.

6.Jembatan VI Barelang

Diberi nama Jembatan Raja Kecil. Diambil dari nama pendiri Kesultanan Siak Sri Inderapura, yakni Sultan Abdul Jalil Rahmad Syah I. Dikenal juga dengan panggilan Raja Kecik atau Raja Kecil dadi Pagaruyung.

Menghubungkan Pulau Galang dan Pulau Galang Baru. Pulau Galang Baru akan dikembangkan sebagai kawasan perdagangan dan jasa, kawasan suaka alam, dan cagar alam.

Dibangun PT Bangun Cipta Kontraktor. Lama pengerjaan 820 hari dan selesai pada 15 November 1996. (tribunbatam.id/dewi haryati)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved