Mengenang BJ Habibi di BP Batam, Banyak Sekolahkan Pegawai BP Batam ke Luar Negeri

Kepergian BJ Habibie juga dirasakan anak didiknya, Purnomo Andiantono dan Tri Novianta Putra.

Mengenang BJ Habibi di BP Batam, Banyak Sekolahkan Pegawai BP Batam ke Luar Negeri
Instagram/sg.embassy.jakarta
BJ Habibie 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kepergian BJ Habibie juga dirasakan anak didiknya, Purnomo Andiantono dan Tri Novianta Putra.

Kini keduanya sudah jadi pejabat eselon II di lingkungan Badan Pengusahaan (BP) Batam. Posisi saat ini, masing-masing sebagai Direktur Pembangunan Prasarana dan Sarana BP Batam dan Direktur Lalulintas Barang BP Batam.

Mereka bergabung di BP Batam tahun 1998 lalu. Dengan posisi awal kala itu, Kasubag Lingkungan dan Kasubag PDSI BP Batam.

Semula mereka di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Oleh Habibie-pendiri BPPT, mereka disekolahkan ke luar negeri.

"Kami masuk ke BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) karena beliau. Setelah itu, kami disekolahkan," kata Andi, Kamis (12/9).

Korban Kebakaran di Batuaji Tidur di Tenda Pengungsian, Ada 5 Tenda Didirikan Tim Tagana

Cemburu, Wanita di Malaysia Tebas Alat Vital Suaminya Lalu Kabur

Andi yang memiliki latarbelakang pendidikan teknik sipil, kala itu disekolahkan ke Inggris. Sedangkan Novi, belajar ke Jerman, Jepang, bahkan Amerika dengan kekhususan di bidang energi.

Tidak hanya keduanya, banyak pemuda-pemuda Indonesia yang disekolah Habibie saat itu sampai ke luar negeri.

Habibie, punya misi ingin membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang bermutu. Sehingga pegawainya banyak mendapat beasiswa ke luar negeri untuk belajar dari berbagai bidang. Bagi Andi, selain sebagai bapak pembangunan Batam, sosok Habibie juga menjadi inspirasi khususnya di teknik sipil.

Riau Dikepung Kabut Asap yang Pekat, Seluruh Sekolah Diliburkan

"Beliau inspirasi di teknik sipil Indonesia. Jembatan Barelang itu, jadi laboratorium hidup, karena struktur masing-masing jembatannya beda," ujarnya.

Sedangkan Novi, punya kesan tersendiri. Di matanya, Habibie merupakan sosok disiplin, pekerja keras, tepat waktu dan visioner.

"Kami itu dicek terus sama beliau. Bagaimana kinerja pegawainya," kata Novi.

Din Syamsuddin Sampaikan Urgensi Pengentasan Kemiskinan dan Optimis pada Gerakan Nasional

Ada pesan Habibie yang diingatnya. Itu saat Habibie terakhir berkunjung ke Batam April lalu. Habibie meminta maaf kepada masyarakat Batam. Ketika ia menjadi presiden RI, sebenarnya ia bisa melakukan lebih banyak untuk pembangunan Batam. Namun konsentrasinya terbagi saat itu, sebagai orang nomor 1 di Indonesia banyak hal yang harus diurusnya.

"Pesan beliau, pertama meminta maaf," ujarnya.

Kedua, Habibie mengingatkan kembali, ia ingin Batam menjadi provinsi khusus di bidang ekonomi dan investasi.

"Kalau di Yogya ada sultan, DKI, ibu kota, Aceh terkait syariat agama, Batam khusus ekonomi dan investasi," kata Novi. (wie)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved