Pimpinan KPK Serahkan Mandat ke Presiden, Begini Nasib Nurdin Basirun CS Terkait Kasus Reklamasi

Polemik di tubuh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak mempengaruhi proses pemeriksaan kasus suap dan gratifikasi Gubernur (non-aktif) Kepri, Nurdi

Pimpinan KPK Serahkan Mandat ke Presiden, Begini Nasib Nurdin Basirun CS Terkait Kasus Reklamasi
TRIBUNNEWS
Gubernur Kepri Nurdin Basirun ditahan KPK dalam kasus suap izin reklamasi, Kamis (11/7/2019) 

Pimpinan KPK Serahkan Mandat ke Presiden, Ini Nasib Nurdin Basirun CS

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Polemik di tubuh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak mempengaruhi proses pemeriksaan kasus suap dan gratifikasi Gubernur (non-aktif) Kepri, Nurdin Basirun.

Hal ini ditegaskan langsung oleh Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, Minggu (15/9/2019) pagi.

"Semua tetap berjalan (pemeriksaan) seperti biasa," tulisnya via Whatsapp kepada Tribun.

Selain itu, Basaria juga menegaskan jika penyidik masih akan terus mendalami kasus yang menghebohkan masyarakat Kepulauan Riau beberapa waktu lalu ini.

Polisi di Bintan Buka Posko Penanggulangan Dampak Kabut Asap di Setiap Daerah

"Penyidik masih mendalami (untuk dugaan gratifikasi dalam kasus Nurdin)," jawabnya saat Tribun mencoba menanyakan perihal pengembangan kasus terkait keterlibatan oknum pejabat daerah di Kepri lainnya.

Sebelumnya, Basaria sendiri telah memastikan dirinya akan menjabat sebagai Wakil Ketua KPK hingga bulan Desember 2019 mendatang.

Ia mengatakan, dirinya harus bertanggungjawab sebagai pimpinan komisi antirasuah itu hingga masa jabatannya selesai.

Terkait kasus suap dan gratifikasi Gubernur (non-aktif) Kepri, Nurdin Basirun, beberapa hari lalu KPK telah menetapkan tersangka baru yaitu salah satu pengusaha asal Batam, Kock Meng.

Blocked By Smog, Today, Residents of Batam and 6 Other Regions Can See The Harvest Moon Early

Kock Meng ditahan setelah dilakukan pemeriksaan intensif atas keterlibatannya bersama Abu Bakar dalam menyuap Nurdin untuk pengurusan izin prinsip pemanfaatan ruang laut di Tanjung Piayu, Sei Beduk, Kota Batam, miliknya.

Kock Meng juga telah merencanakan dengan matang perihal proyek reklamasi yang akan dikerjakan dengan mengajak beberapa perangkat serta tokoh masyarakat di sana untuk membahas perihal pembuatan restoran seafood di lahan miliknya.

Tercatat, Kock Meng memiliki lahan untuk dijadikan sebagai restoran seluas 50X85 meter persegi.

Selain itu, ia pun telah membeli kelong laut milik salah seorang nelayan, Mahmud, untuk menghindari konflik ketika proyek reklamasi akan digesa.(tribunbatam.id/dipanusantara)

Penulis: Dipa Nusantara
Editor: Eko Setiawan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved