Anda Sering Pesimis? Ternyata Karakter Pesimis Punya Kelebihan

Apakah menjadi pesimistis itu selalu buruk? Penelitian terbaru menemukan bahwa beberapa bentuk pesimisme ternyata bermanfaat.

Tribun News
Pesimis Ilustrasi 

TRIBUN BATAM.ID- Seberapa sering anda mendengar saran dari teman untuk terus berfikir optimis? 

Sebuah penelitian menyatakan bahwa kita dapat menuai hasil positif, termasuk kesehatan dan kesejahteraan, dengan bersikap optimis.

Namun, bagaimana dengan orang-orang yang cenderung pesimistis? Apakah menjadi pesimistis itu selalu buruk? Penelitian terbaru menemukan bahwa beberapa bentuk pesimisme ternyata bermanfaat.

Pesimisme bukan hanya sekadar berpikir negatif. Ilmu kepribadian telah mengungkapkan bahwa pesimisme juga mencakup sikap berfokus pada tujuan -– sesuatu yang diperkirakan akan terjadi di kemudian hari.

Bedanya, orang yang optimistis banyak berharap mendapat hasil positif, orang yang pesimistis justru menduga hasil negatif cenderung akan terjadi.

Ada tipe-tipe pesimisme tertentu, seperti “pesimis defensif” yang menggunakan pikiran negatif dengan cara yang sangat berbeda dan justru untuk mencapai tujuan-tujuan mereka.

Penelitian telah menunjukkan bahwa cara berpikir seperti ini tidak hanya membantu dalam meraih kesuksesan, tapi juga memberikan manfaat-manfaat yang tak terduga.

Akan tetapi ada tipe-tipe lain pesimisme, termasuk di dalamnya menyalahkan diri sendiri karena hasil buruk, yang memiliki lebih sedikit dampak positif.

Kinerja dan kepercayaan diri

Namun, bagaimana sebenarnya cara kerja pesimis defensif dan apa saja manfaat yang bisa didapat? Para peneliti menyatakan bahwa sikap pesimisme defensif adalah sebuah strategi yang dapat membantu orang dengan kecemasan berlebih untuk mengelola kecemasannya, sehingga mereka tidak lari dari masalah dan berusaha meraih tujuan.

Faktor penting dalam pesimis defensif adalah menetapkan ekspektasi yang rendah untuk rencana dan situasi tertentu –- misalnya, tidak berharap diterima setelah selesai wawancara kerja –- kemudian membayangkan kemungkinan-kemungkinan buruk yang akan terjadi.

Dengan ini, seorang dengan sikap pesimis defensif dapat merencanakan berbagai tindakan untuk memastikan kemungkinan buruk yang dibayangkan tidak akan terjadi –- misalnya, berlatih untuk wawancara kerja dan datang tepat waktu.

Manfaat dari sikap pesimis defensif juga berlanjut pada kinerja seseorang. Sebuah studi menunjukkan bahwa pesimis defensif berhubungan dengan suasana hati yang negatif.

Ketika ditempatkan dalam suasana hati yang baik, seorang yang pesimis defensif tidak mampu menyelesaikan sebuah teka-teki kata. Sementara, ketika mereka ditempatkan pada suasana hati yang negatif –- diberitahu kemungkinan buruk yang akan terjadi –- kinerja mereka menjadi jauh lebih baik.

Hal ini menunjukkan bahwa mereka menggunakan suasana hati yang negatif untuk memotivasi diri sendiri.

Pesimisme bisa jadi lebih menguntungkan dibanding optimisme dalam menunggu hasil atau kabar dari sesuatu yang berada di luar kuasa diri sendiri (seperti menunggu hasil dari wawancara kerja).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved