Salah Satu Korban Kecelakaan Maut Tol Cipularang adalah Mahasiswi ITB,Sayang Jenazah Tak Dikenali

Masih ada empat jenazah yang belum teridentifikasi.Satu di antaranya diduga adalah Khansa Athira (23), mahasiswi pascasarjana ITB

istimewa
Kecelakaan beruntun di tol Cipularang 

Dugaan bahwa Khansa menjadi salah satu dari empat jazad yang belum diketahui identitasnya karena kondisinya yang hangus juga diungkapkan anggota Tim DVI Polda Jabar, drg Puspa Yuwi.

Ia mengatakan, dengan kondisi hangus, keempat korban ini nyaris tak mungkin dikenali kecuali dengan uji sampel DNA.

"Tadi, orang tuanya, Hermansyah, datang kepada kami dan menyerahkan sampel DNA untuk kami cocokkan dengan salah satu korban yang terbakar. Sampel diambil dari ibunya karena sangat dekat," ujar Puspa.

Saat menyerahkan sampel DNA di Posko DVI di RD MH Thamrin, kemarin, kedua orang tua Khansa tak henti-hentinya menangis.

Sejumlah petugas membersihkan permukaan jalan dan mengevakuasi bangkai kendaraan bermotor roda empat pascatabrakan beruntun di Tol Cipularang KM 91, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Senin (2/9/2019). Tabrakan beruntun yang melibatkan 21 kendaraan tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia dan sejumlah orang lainnya luka-luka.
Sejumlah petugas membersihkan permukaan jalan dan mengevakuasi bangkai kendaraan bermotor roda empat pascatabrakan beruntun di Tol Cipularang KM 91, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, Senin (2/9/2019). Tabrakan beruntun yang melibatkan 21 kendaraan tersebut mengakibatkan delapan orang meninggal dunia dan sejumlah orang lainnya luka-luka. (Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

Terlebih ketika diberi tahu bahwa nomor mobil Mazda yang terbakar sama dengan nomor mobil yang biasa dipakai Khansa.

"Data kendaraan, barang-barang yang melekat, foto senyum, pakaian terakhir yang dipakai, dan sampel darah juga kami ambil untuk tes DNA nanti," katanya.

Selain keluarga Hermansyah, ujar Puspa, Tim DVI Polda Jabar di RS MH Thamrin juga kedatangan keluarga mencari perempuan bernama Yuli Yuliantika asal Kota Bandung.

"Namun, yang datang bukan saudara sedarahnya sehingga kami belum bisa mengambil sampel DNA-nya. Perlu keluarga sedarah untuk mencocokkan DNA," katanya.

Kemarin, petugas membawa keempat jenazah yang belum bisa dikenali ini ke RS Polri Kramatjati, Jakarta.

Kondisi truk pengangkut pasir merah yang dikendarai Subhan (43) dan ditumpangi istrinya Mani (39) nyaris terjun ke jurang sedalam 20 meter di KM 91+200 Tol Cipularang, Senin (2/9/2019).
Kondisi truk pengangkut pasir merah yang dikendarai Subhan (43) dan ditumpangi istrinya Mani (39) nyaris terjun ke jurang sedalam 20 meter di KM 91+200 Tol Cipularang, Senin (2/9/2019). (Tribun Jabar/Mega Nugraha)

"Dipindah ke RS Kramatjati karena di sini tidak ada freezer untuk menjaga keutuhan jasad. Jadi posko Tim DVI akan dibuka di Polres Purwakarta dan RS Kramat Jati," kata Puspa.

Halaman
123
Editor:
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved