Hadapi Tekanan Pekerjaan, 24 Persen Pekerja di Singapura Jadi Korban Bullying

Kantar menunjukkan hasil survey terkait kehidupan pekerja di Singapura. Hasilnya, sebanyak 24 persen pekerja di Singapura merupakan korban bullying.

Hadapi Tekanan Pekerjaan, 24 Persen Pekerja di Singapura Jadi Korban Bullying
Instagram/singaporeworld
Singapura saat senja 

TRIBUNBATAM.id - Kantar, salah satu perusahaan di bidang penyediaan data dan konsultasi menunjukkan hasil survey tentang pekerja di Singapura.

Sebanyak 24 persen atau seperempat pekerja di Singapura ternyata telah menjadi korban bullying di tempat kerja masing-masing.

Dari data survei ini juga menunjukkan 32 persen karyawan di Singapura merasa tak nyaman dengan bos atau atasan mereka.

Mau Nonton Konser Shawn Mendes di Singapura? Ini Tips Dapatkan Tiket Pesawatnya

Perusahaan tersebut mengadakan survei melalui poling karyawan di 14 negara maju di dunia dalam hal praktik keberagaman dan inklusi (D&I) di tempat kerja. Hasil survei dirilis pada Selasa (17/9/2019).

Indeks inklusi perdana yang dikeluarkan Kantar tersebut membandingkan jawaban dari sebanyak 18.000 karyawan di 14 negara, termasuk 1.050 pekerja di Singapura, tentang pengalaman D&I mereka.

Indeks tersebut turut mencakup 24 bidang industri, termasuk kesehatan dan farmasi, pendidikan, layanan profesional seperti hukum dan akuntansi, perdagangan retail, grosir dan e-commerce, jasa keuangan, serta sektor publik.

Hasil survei tersebut juga menunjukkan bahwa banyak karyawan di Singapura yang berjuang menghadapi tekanan dalam pekerjaan.

Sebesar 44 persen karyawan di Singapura mengaku bahwa mereka dipengaruhi oleh "stres dan kecemasan" di tempat kerja. Angka tersebut di atas rata-rata global yang ada di tingkat 39 persen.

Sementara itu, Kanada menduduki peringkat teratas dalam keseluruhan indeks inklusi dalam survei Kantar. Hal tersebut didorong perwakilan gender di perusahaan-perusahaan negara itu, di mana lebih dari 40 persen peran senior ditempati perempuan.

Sekitar 65 persen atau dua pertiga karyawan di Kanada juga percaya bahwa perusahaan tempat mereka bekerja secaa aktif berusaha menjadi lebih inklusif dan beragam.

Halaman
12
Editor: Putri Larasati Anggiawan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved