Kasus Dugaan Korupsi Monumen Bahasa Masi Menunggu Hasil Audit BPKP

Sarat korupsi, monumen bahasa pulau penyengat yang menelan anggaran Milliaran itu hingga kini bagaikan rumah tidak bertuan alias mangkrak. Meski tel

Kasus Dugaan Korupsi Monumen Bahasa Masi Menunggu Hasil Audit BPKP
ist
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga 

Kasus Dugaan Korupsi Monumen Bahasa Masi Menunggu Hasil Audit BPK

TRIBUNBATAM.id. BATAM - Sarat korupsi, monumen bahasa pulau penyengat yang menelan anggaran Milliaran itu hingga kini bagaikan rumah tidak bertuan alias mangkrak.

Meski telah melalui rentetan yang panjang, Polda Kepri belum menetapkan siapa dalang dibalik bangunan tersebut.

Sedikitnya Ditreskrimsus Polda Kepri telah memeriksa sekitar 60 saksi atas kasus dugaan tindak pidana korupsi Rp 2,3 miliar, pada proyek pembangunan monumen bahasa Pulau Penyengat, Kota Tanjungpinang itu.

Hasil China Open 2019 - Taklukkan Wakil Jepang, Anthony Ginting Lolos ke Babak Kedua

Menpora Imam Nahrawi Diduga Terima Uang Hibah KONI Rp 26,5 Miliar

Hal itu diungkapkan Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Erlangga usai menghadiri konferensi pers penanganan Karhutla di Lantai 5 Gedung Graha Kepri, Rabu (18/09/2019).

“Belum ada tersangka, terlapor masih berstatus saksi,” ucapnya kepada Tribunbatam.id

Meski sudah dilakukan pemeriksaan, pihaknya masih menunggu gelar perkara untuk menaikan status terlapor.

Terkait rincian kerugian dalam bangunan itu, Erlangga enggan membeberkan, lantaran masih proses pendalaman.

Hasil Akhir Timnas U-16 Indonesia vs Mariana Utara, Garuda Muda Pesta Gol, Marselino Cetak 5 Gol

Nurdin Basirun Ditangkap, KPK Kembali Lakukan Penggeledahan Lanjutan di 2 Dinas Pemprov Kepri

“Proses hukum masih sedang berjalan, kita masih menunggu hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” ungkapnya.

Diketahui kasus tersebut kini telah menggelinding ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepulauan Riau.

Kasipenkum Kejati Kepri, Ali Rahim Hasibuan saat dihubungi, Rabu (18/09/2019) mengatakan telah menerima SPDP kasus tersebut.

“Dalam SPDP yang kita terima, ada tiga nama yakni, Arifin Nasir, mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kepri, Direktur PT Sumber Tenaga Baru dan Muhammad Yasir selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA),” ujar Ali.

“Ini masih SPDP yang lama, belum ada yang baru,” sambungnya.(Tribunbatam.id/Beres Lumbantobing)

Penulis: Beres Lumbantobing
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved