BATAM TERKINI

Biaya Logistik di Pelabuhan Batu Ampar Masih Mahal, Ini Rencana BP Batam

BP Batam telah menyusun sejumlah program untuk menekan mahalnya biaya logistik di Pelabuhan Batu Ampar Batam, apa saja?

Biaya Logistik di Pelabuhan Batu Ampar Masih Mahal, Ini Rencana BP Batam
TRIBUNBATAM.ID/ISTIMEWA
Direktur BPP Batam, Nasrul Amri Latif bersama tim Sekretariat Wakil Presiden RI, melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Kepri, Kamis (19/9/2019). 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Sekretariat Wakil Presiden RI, melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Kepri, Kamis (19/9/2019).

Asisten Deputi Keuangan, Investasi dan Badan Usaha, Kantor Sekretariat Wakil Presiden, Ahmad Lutfie mengatakan, tujuan kedatangannya bersama tim, untuk mengecek kendala yang dihadapi BP Batam dalam mengembangkan Pelabuhan Batu Ampar.

Hal ini juga sebagai tindaklanjut kedatangan Wapres RI, Jusuf Kalla ke Batam, Juni lalu.

"Kita lihat potensi Pelabuhan Batu Ampar besar, tinggal kemampuan Pemerintah saja mendorong pelabuhan ini bisa beroperasi lebih maksimal lagi," kata Ahmad Lutfie, dalam rilis Humas BP Batam diterima Tribun, Sabtu (21/9/2019).

Diketahui, isu biaya logistik tinggi di Batam banyak dikeluhkan para pengusaha. Hal ini juga menghambat pertumbuhan ekonomi, khususnya di Batam, Kepri.

Maka dari itu, Badan Pengusahaan (BP) Batam lewat Badan Pengelola Pelabuhan (BPP) Batam selaku pihak pemegang otoritas untuk itu, saat ini tengah menyusun perencanaan jangka pendek, menengah hingga jangka panjang. Tujuannya untuk menyiasati biaya logistik yang tinggi itu.

Direktur BPP Batam, Nasrul Amri Latif menyatakan, kendala biaya logistik di Batam tak terlepas dari beberapa hal.

Ajak Investor Tanam Modal di Batam, BP Batam Promosikan Batam di Australia

Di antaranya biaya freight yang tinggi, fasilitas bongkar muat pelabuhan yang kurang dari standar kepelabuhanan, kesempatan pengembangan direct call, serta transhipment yang belum tergarap, hingga tata kelola logistik di pelabuhan yang masih dilakukan perusahaan logistik asal Singapura secara door-to-door.

"Ada beberapa solusi jangka pendek yang kita upayakan," ujarnya.

Seperti rencana menurunkan biaya freight dari semula USD 400 menjadi USD 250-280 Batam-Singapura, serta meningkatkan fasilitas efisiensi kegiatan bongkar muat dengan menyediakan HMC (Harbour Mobile Crane), RTG (Rubber Tyred Gantry) dan HT (Head Truck).

"BP Batam juga berencana memperluas area container yard (CY) yang semula 2 hektar menjadi 10 hektar dan rencana direct call ke China dan Afrika," kata Nasrul.

BP Batam mendapat informasi dari Port of Singapore Authority (PSA), barge (tongkang) boleh sandar di Port of Singapore (PSA). BP Batam akan menjajakinya untuk menekan biaya logistik.

Adapun rencana jangka menengah saat ini, mereka akan mengembangkan pelabuhan transhipment hub dengan penataan manajemen pengelolaan pelabuhan dan optimalisasi dermaga utara Pelabuhan Batu Ampar.

Ke depan, di Pelabuhan Batu Ampar juga akan dilakukan integrasi pelayanan antarmoda pengangkutan untuk container dan kargo udara, pelayanan tranship dan transhipment untuk mendukung direct call yang akan tersedia. Selain itu penyediaan fasilitas pelabuhan yang modern untuk layanan container, tanker, pergudangan, hunian, hingga pekantoran.

BP Batam perlu dukungan dari Pemerintah Pusat. Selain di Pelabuhan Batu Ampar, Tim Sekretariat Wakil Presiden dibawa ke Terminal Curah Cair Kabil. Mereka melihat pengembangan pelabuhan di sana. (*/tribunbatam.id/dewi haryati)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved