Jumat, 15 Mei 2026

Anak Diterkam & Diseret Buaya Muara ke Bawah Air, Begini Cara Abulhasan Selamatkan sang Anak

Melihat peristiwa itu, Tejada Abulhasan segera turun ke sungai setelah mendengar anaknya berteriak minta tolong

Tayang: | Diperbarui:
Facebook/Suara Timur
ILUSTRASI --- Kenek Kamiasa memeluk buaya muara yang tewas dibunuh warga 

"Tapi saya malah disambar buaya. Kejadian setengah enam pas (petang). Padahal tak kelihatan ada buaya di situ. Saya turun dari perahu dan berdiri di darat tepi tambak. Tiba‑tiba saya langsung disambar. Saya berusaha melepaskan cengkraman buaya di

tangan sekitar tiga menit, hingga tubuh buaya sempat sedikit terangkat ke atas. Beruntung akhirnya cengkraman buaya bisa lepas," kata pria yang  mengaku menderita luka pasca pertarungan sengit dan mendapat belasan jahitan di tangan kanan.

4. Tenaga lemas

Setelah kejadian, Maryadi mengaku terkulai. Hampir seluruh tenaganya seolah habis terkuras.

Teriakan minta tolong masih sempat ia lontarkan. Sehingga sejumlah warga datang, mengevakuasi korban.

"Saya tak tahu lagi ada berapa jahitan di tangan. Yang jelas tangan saya bengkak, dan masih terasa sakit," katanya.

Kepala Desa Pagarawan, Achmad Zainudin kepada Bangka pos, Kamis (28/3/2019) mengatakan, penangkapan buaya menggunakan tali nilon.

Sejumlah warga, termasuk 'orang pintar' ikut serta saat menaklukan buaya yang dimaksud.

"Saat didatangi ke lokasi kejadian, buaya itu langsung mendekat dan langsung dijerat menggunakan tali nilon," katanya.

Kades tak menyangkal, keberadaan buaya di desa ini cukup banyak.

Apalagi tambak milik Ruslan, tempat korban disambar berada di sekitaran daerah aliran Sungai Selindung atau aliran Sungai Baturusa yang memang sudah terkenal sebagai sarang  predator ganas.

"Tambak udang milik Ruslan itu cukup luas dan sebagian tak terurus lagi. Tak hanya satu buaya di situ," katanya.

Menurut Kades, buaya pemangsa Maryadi, sebenarnya masih tergolong kecil.

Namun buaya seusia inilah yang seringkali nakal atau suka mengganggu.

"Ibarat orang bilang, buaya tengah gatel gatel e, tengah nakal‑nakal e," katanya.

Di tambak milik Ruslan, tempat Maryadi disambar bahkan dipastikan terdapat seekor buaya ukuran besar, panjang sekitar tiga mater.

"Namun yang ditangkap, khusus buaya yang kecil, yang menggigit Maryadi saja," katanya.

5. Pakai tali nilon

Kapolres Bangka AKBP Budi Arianto diwakili Kapolsel Merawang Iptu R Guzel kepada Bangka Pos, Kamis (28/3) menyatakan, situasi pasca kejadian dipastikan aman.

Pada Pukul 19.50 WIB setelah kejadian, warga Desa Pagarawan berkumpul di rumah korban yang beralamat di Dusun I Desa Pagarawan.

Warga lalu pergi ke tambak Ruslan untuk menangkap buaya tadi.

"Penangkapan buaya dipimpin Ahmad Zainudin, Kades Pagarawan menggunakan tali nilon sepanjang 10 meter. Pada Hari Rabu (27/3) sekira Pukul 20.30 WIB, buaya tersebut akhirnya tertangkap dan buaya dibawa ke rumah korban untuk diamankan, malam itu juga," katanya.

Sementara itu buaya berhasil ditangkap oleh warga, Rabu (27/3/2019) malam.

Buaya diikat tali dan dibawa  ke rumah korban dan sempat jadi tontonan warga.

Setelah semalaman pasca penangkapan, buaya dibawa ke tempat penakaran buaya milik PT Timah di Airdayung Merawang Bangka.  

 

Di lokasi penakaran ini, buaya pemangsa korban dilepaskan dalam kolam berpagar besi.

#Anak Diterkam & Diseret Buaya Muara ke Bawah Air, Begini Cara Abulhasan Selamatkan sang Anak

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul DITERKAM BUAYA, Aksi Heroik Sang Ayah Selamatkan Anaknya, Caranya Gigit Kaki Buaya, Bergulat Melawan

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved