Kamis, 9 April 2026

Cara Siapkan Dana Pendidikan Bagi Anak Agar Tak Perlu Berutang

Anda berhutang atau menggadaikan emas untuk biaya sekolah anak, duh jangan sampai deh.

kontan
ILUSTRASI Ilustrasi menyiapkan dana pendidikan anak 

TRIBUNBATAM.id - Anda berhutang atau menggadaikan emas untuk biaya sekolah anak, duh jangan sampai deh. 

Berutang hanya akan membuat arus keuangan Anda morat-marit. Karena, Anda harus menganggarkan dana membayar utang saban bulannya. Belum lagi, Anda harus membayar uang sekolah bulanan si kecil.

Hal ini pasti buat Anda langsung sakit kepala! Widya Yuliarti, Financial Planner Finansialku.com menyarankan sebaiknya Anda mengumpulkan dana pendidikan sedini mungkin.

Anda dapat mulai mengumpulkan dana tersebut sejak dia masih ada di dalam kandungan. Dengan catatan, Anda juga mulai mengumpulkan dana untuk kelahirannya.

Bila pendapatan perbulan terbatas, Anda dapat mulai menabung dari usia anak satu bulan. Namun, saat Anda benar-benar tidak mempunyai cukup uang, mulailah menabung dua tahun sebelumnya.

Widya mengatakan ada strategi cara menabung dana pendidikan untuk anak. Jadi, Anda dan pasangan tidak perlu merasa tersiksa saat mengumpulkannya.

Bocoran Spesifikasi Oppo Reno Ace, Hape dengan Fast Charging Tercepat

Dibandrol Rp 4 Jutaan, Ini Spesifikasi Lengkap Oppo A9 2020

 

Survei biaya sekolah

Hal pertama yang harus Anda melakukan adalah survei biaya sekolah. Anda dapat mulai melakukan survei ini sejak bayi masih dalam kandungan. Atau tiga tahun sebelum si anak siap untuk bersekolah.  

Tujuannya, agar Anda dan pasangan mempunyai cukup banyak waktu untuk mengumpulkan dana masuk sekolah.  

Anda dapat mendatangi sekolah yang dituju untuk mencari tahu tentang fasilitas dan biaya. Anda juga dapat mencari informasi melalui internet atau menelpon ke customer service sekolah tersebut.

Anda boleh kok menanyakan secara detil biaya pendaftaran hingga biaya bulanan sekolah. Dengan begitu, Anda akan mendapatkan informasi yang lengkap.

Sebaiknya, Anda melakukan survei minimal dua atau tiga sekolahan. Sehingga, Anda memiliki cukup banyak referensi dan pilihan.

Oh ya, jangan lupa komunikasi dengan pasangan saat menentukan sekolah untuk si anak. Jangan sampai Anda dan pasangan bertengkar karena pilihan sekolah berbeda.

Widya mengatakan setelah survei selesai Anda sebaiknya memilih sekolah sesuai dengan kemampuan finansial. Jangan sampai, Anda dipaksa mengencangkan ikat pinggang untuk menutupi besarnya biaya pendidikan.

Panji Hartanto, Financial Planner menyarankan Anda dapat menyisihkan minimal 10% dari pendapatan untuk tabungan pendidikan anak.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved