Kamis, 7 Mei 2026

Kabar Pulau Komodo Akan Ditutup Batal, Ini Keresahan Masyarakat Sekitar

Warga Pulau Komodo, merasa lega mendengar pernyataan dari Menteri Pariwisata, Arief Yahya bahwa Pulau Komodo tidak akan ditutup.

Tayang:
National Geographic
Pulau Komodo Tidak Jadi Ditutup 

Dalam tahun-tahun mendatang, diperkirakan angkanya akan terus melonjak karena Jokowi telah menetapkan Labuan Bajo sebagai salah satu dari 10 Balli baru.

Dari 10 itu, Labuan Bajo menjadi satu dari empat prioritas utama bersama Borobudur, Toba dan Mandalika.

Top Trending Twitter : Aksi #GejayanMemanggil, Ini 7 Poin Tuntutan yang Diusung Massa Aksi

Wisatawan biasanya datang menggunakan pesawat menuju Labuan Bajo dari Bali atau Lombok.

Untuk menuju ke pulau-pulau dengan Komodo di dalamnya, perahu menjadi satu-satunya sarana transportasi.

Pulau Komodo dapat dicapai sekitar tiga jam dari Labuan Bajo, sedangkan Rinca yang lebih dekat membutuhkan waktu sekitar dua jam.

Gubernur NTT Berencana Naikkan Harga Tiket Masuk Taman Nasional Komodo, dari Rp 150 Ribu Jadi Rp 7 J
KEMENTERIAN PARIWISATA, REPUBLIK INDONESIA
Gubernur NTT Berencana Naikkan Harga Tiket Masuk Taman Nasional Komodo, dari Rp 150 Ribu Jadi Rp 7 J
 

Konservasi Libatkan Masyarakat

Dominikus Karangora dari Walhi NTT mengatakan, pengembangan pariwisata seharusnya tetap melibatkan masyarakat.

Apalagi, penduduk Pulau Komodo berperan sangat besar dalam konservasi maupun pariwisata itu sendiri.

Dominikus mengatakan, mereka mendukung konservasi, tetapi tidak dengan cara menutup Pulau Komodo.

“Karena memang ada masyarakat yang hidup di dalamnya. Kita tidak bisa mengesampingkan itu. Kita melakukan konservasi lingkungan dan satwa, tetapi tidak harus melupakan bahwa di situ juga ada manusia. Dan, tidak bisa dipisahkan antara manusia dan lingkungan hidup,” kata Dominikus.

Baca Juga: Mengapa Kebakaran Hutan dan Lahan Masih Sering Terjadi Meski Sudah Restorasi?

Walhi NTT percaya selama ini masyarakat telah menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya konservasi taman nasional. Karena itu, tidak masuk akal jika tiba-tiba muncul ide merelokasi masyarakat dari pulau tempat mereka hidup selama ini.

BCL di Pulau Komodo
Instagram @bclsinclair
BCL di Pulau Komodo

Salah satu kelebihan masyarakat Pulau Komodo, adalah karena mereka mengenal dengan baik satwa itu di habitatnya. Secara alamiah, kata Dominikus, mereka menjadi ahli komodo. Bahkan di NTT sendiri, tidak ada pakar komodo yang memahami satwa tersebut secara ilmiah.

Kondisi ini juga terkait dengan sejarah kehidupan masyarakat setempat, dan kebersamaan mereka dengan komodo selama ini.

“Konservasi harus melihatkan masyarakat Pulau Komodo. Mereka tahu seluk beluk Komodo. Masyarakat Pulau Komodo bahkan mampu memberi makan Komodo dengan daging di tangannya, sedangkan para ranger di taman nasional masih butuh kayu untuk antisipasi apabila ada serangan dari komodo,” papar Dominikus. [Nurhadi Sucahyo/ns/uh/VOA Indonesia]

Komodo memakan monyet.
Mirror
Komodo memakan monyet.
 
Artikel ini telah tayang di National Geographic dengan judul " Taman Nasional Komodo Batal Ditutup, Tapi Mengapa Warga Malah Bingung? Inilah Penjelasannya...", https://nationalgeographic.grid.id/read/131858632/taman-nasional-komodo-batal-ditutup-tapi-mengapa-warga-malah-bingung-inilah-penjelasannya?page=all
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved