Breaking News:

Sumini Wanita yang Dianggap Sayap PKI Disiksa 6 Tahun di Penjara, Simak Sosok Eks Ketua Gerwani Ini

Gerwani dianggap sebagai organisasi sayap PKI dan ikut melakukan aksi kekejaman terhadap 7 jenderal TNI

Editor: Aminudin
Kompas.com/Kristian Erdianto
Sumini, mantan ketua Gerwani yang dianggap sayap PKI 

Ia merupakan anak dari KRT Reksonegoro, Asisten Wedana Gondangwinangun Klaten.

Omar menjadi salah satu prajurit cemerlang yang dimiliki AURI (sekarang TNI AU) kala itu.

Omar Dhani
Omar Dhani (wikipedia)

Sejalan dengan pendahulunya, Halim Perdanakusuma, Omar Dhani punya cerita yang hampir sama, ia lulusan terbaik Royal Air Force Staff College di Andover Inggris pada 1956.

Masa kecil Omar Dhani menempuh studi di Hollandsche Inlandsche School (HIS) Klaten, lanjutkan studi di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) Solo, Omar Dhani remaja masuk ke Algemeene Middlebare School (AMS) Yogyakarta tahun 1942.

Omar Dhani lulus studi ketika situasi Indonesia yang baru seumur jagung itu bergejolak mengawali jadi seorang penyiar radio RRI, Omar Dhani remaja pernah menjadi Informan bagi Markas Besar Tentara di Jakarta.

Ia juga tercatat pernah bekerja di Dinas Penerangan lalu lanjut bekerja di Javanesche Bank, namun tak lama ia keluar.

Tahun 1950 AURI (sebelum TNI AU) membuka pendaftaran dan Omar Dhani pun mendaftar menjadi anggota AURI.

Waktu itu ia berusia 26 tahun.

Tak lama kemudian pada November 1950, sekitar 60 Penerbang AU termasuk Omar Dhani dikirim untuk belajar di Academy of Aeronautics, TALOA (Trans Ocean Airline Oakland Airport) di California.

Setelah menyelesaikan segala jenis studi kedirgantaraan di luar negeri, seperti yang pernah ditulis oleh Asvi Warman Adam, hanya dalam 9,5 tahun masa abdi di AU, ia sudah menduduki posisi Menteri/Kepala Staff Angkatan Udara pada 19 Januari 1962.

Dimasa kepemimpinan Omar Dhani, AURI pernah menjadi satuan terkuat di Belahan Dunia Selatan.

Perwira Tinggi TNI AU Omar Dhani
Perwira Tinggi TNI AU Omar Dhani (Kolase Dutch National Archives dan tni-au.mil.id)

Menurut catatan Tomi Lebang dalam "Sahabat Lama Era Baru: 60 Tahun Pasang Surut Hubungan Indonesia-Rusia (2010: 102-103)“, Angkatan Udara mendapat pesawat-pesawat

MIG-21, Ilyusin-28, TU-16 (Tupolev), dan pesawat angkut Antonov beserta 3 satuan pertahanan udara lengkap dengan roket dan radarnya.

AU pada masa pembebasan Irian Barat pernah mendapatkan 50 (pesawat) pemburu jet, 20 pesawat angkut dan pesawat pembom jenis Tupolev TU-16.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved