Kamis, 28 Mei 2026

Mbah Pani Ungkap Pengalaman 5 Hari Dikubur Hidup-hidup, Digoda Mahluk Ini Selama Dikuburan

Mbah Pani, pelaku topo pendem atau tap pendem mengungkap pengalaman mistisnya selama menjalani topo pendem.

Tayang: | Diperbarui:
Tribunjateng.com/Mazka Hauzan Naufal
Mbah Pani (63) melakukan topo pendem selama lima hari lima malam dengan cara dikubur hidup-hidup di rumahnya di Pati, Jawa Tengah 

Bantal Gelu

Seperti layaknya orang meninggal, di dalam liang lahat juga disediakan bantal gelu (bantalan dari tanah).

Bantal gelu diletakan di kepala, pantat dan kaki. 

"Itu gelu yang saya pakai dari dulu. Nanti kalau saya dipanggil Gusti Allah, saya ingin gelu ini juga yang dipakai ketika saya dikuburkan," katanya.

Saat ditanya apakah ada pantangan bagi seseorang melakukan topo pendem?

Mbah Pani menjelaskan, pantangannya tidak boleh tidur, tidak boleh makan, tidak boleh minum, tidak boleh buang air kecil, dan tidak boleh buang air besar.

"Istilahnya pati geni, mateni geni memadamkan api. Sebelum menjalani topo pendem,

selama tiga bulan saya tidak makan apa-apa selain buah-buaha," katanya.

Wirid Khusus

Mbah Pani mengatakan, selama menjalani topo pendem ia terus melakukan wirid.

Selain itu, selama dikubur Mbah Pani juga tidak lupa melaksanakan shalat lima waktu, shalat tahajud dan hajat.

"Wirid sebisa-bisanya saya,  sebab saya bukan kiai. Sebisanya saya baca, entah itu Alfatihah atau lainnya.

Yang jelas saya meminta kekuatan kepada Allah SWT.

Selama dalam kuburan itu saya melaksanakan salat, bertayamum pakai tanah. Juga salat tahajud dan salat hajat. Saya lakukan semampu saya," kata Mbah Pani.

Kejadian Mistis

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved