UPDATE TERKINI Kondisi Wamena Papua - Polda Papua : Pagi ini Ditemukan 4 jenazah di Puing Kebakaran

Kabid Humas Polda Papua Kombes AM. Kamal mengkonfirmasi bila telah ditemukan beberapa jenazah lagi di Wamena yang diduga adalah korban kerusuhan.

UPDATE TERKINI Kondisi Wamena Papua - Polda Papua : Pagi ini Ditemukan 4 jenazah di Puing Kebakaran
TWITTER.COM/@antilalat
Kerusuhan di Wamena, Senin (23/9/2019) 

TRIBUNBATAM.id - Kerusuhan di Kota Wamena, Papua menyisakan duka mendalam. Baik dari kalangan masyarakat sipil maupun aparat.

Laporan kontributor Tribunnews.com di Papua, korban tewas kerusuhan  di Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya terus bertambah.

karena saat ini proses evakuasi terhadap bangunan yang dirusak dan dibakar tengah berjalan.

Kabid Humas Polda Papua Kombes AM. Kamal mengkonfirmasi bila telah ditemukan beberapa jenazah lagi di Wamena yang diduga adalah korban kerusuhan.

"Pagi ini sudah ditemukan 4 jenazah di antara puing-puing bangunan yang terbakar, jadi total 21 tewas," ujarnya di Jayapura, Selasa (24/9/2019).

Kodim Jayawijaya : 16 Orang Tewas dan 65 Terluka dalam Kerusuhan Wamena, Ribuan Warga Mengungsi

Rusuh di Wamena Papua, Kapolda Ungkap Penyulut Aksi Anarkistis : Massa Termakan Kabar Hoaks

Mulai pagi ini, aparat mulai melakukan evakuasi terhadap korban.

"Jadi kemarin sampai sore itu rekan-rekan kita setelah jam 15.00 WIT sebagian melaksanakan patroli, pengamanan beberapa objek vital dan melakukan pencarian terhadap para korban," kata Kamal.

Sebelumnya diberitakan, aksi unjuk rasa siswa di Kota Wamena, Papua, Senin (23/9/2019), berujung rusuh.

Kontributor Kompas.com di Wamena, John Roy Purba, melaporkan, demonstran bersikap anarkistis hingga membakar rumah warga, kantor pemerintah, PLN, dan beberapa kios masyarakat.

Unjuk rasa yang berujung rusuh itu diduga dipicu oleh perkataan bernada rasial seorang guru terhadap siswanya di Wamena.

Sementara Kapolda Papua Irjen Rudolf A Rodja memastikan bahwa alasan massa melakukan aksi anarkistis di Wamena adalah karena mereka termakan kabar tidak benar (hoaks).

"Wamena minggu lalu ada isu, ada guru yang mengeluarkan kata-kata rasis sehingga sebagai bentuk solidaritas mereka melakukan aksi," ujarnya di Jayapura.

Halaman
1234
Editor: Aminnudin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved