Daftar Perusahaan Singapura dan Malaysia yang Diduga Terlibat Karhutla di Indonesia
Kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla di Indonesia diduga juga melibatkan perusahaan asing dari Malaysia dan Singapura. Ini nama perusahaan asingnya
TRIBUNBATAM.id - Berdasarkan pernyataan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia, sejumlah perusahaan asing diduga terlibat dengan Karhutla di Indonesia.
Kepada The Straits Times, Dirjen Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Rasio Ridho Sani menyampaikan setidaknya ada 14 perusahaan yang berafiliasi dengan asing, termasuk Singapura dan Malaysia.
Diduga para perusahaan perkebunan menggunakan teknik tebang-dan-bakar untuk membersihkan lahannya, sehingga Rasio mengatakan pihaknya akan melakukan tes tanah demi mengidentifikasi.
• Hollowen Horror Night Festival2019 Kembali Digelar di Universal Studio Singapura, Lihat Foto-fotonya
Sebagai permulaan, tes akan dilakukan terhadap konsesi yang telah ditutup oleh pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan antara bulan lalu hingga bulan ini.
Konsesi, atau izin penebangan hutan tersebut, menurut Rasio merupakan milik 51 perusahaan, termasuk 14 di antaranya yang berafiliasi dengan asing.
"Tanaman mereka mungkin ada di lahan yang telah mereka bersihkan dengan cara dibakar, katakanlah satu atau lima tahun lalu. Jejak itu masih ada di sana," kata Rasio, dikutip The Straits Times.
"Kami telah berbicara dengan penasihat hukum dan para ahli tentang rencana kami untuk melakukan hal ini," lanjutnya.
Kepada The Straits Times, Rasio mengatakan bahwa beberapa nama perusahaan berafiliasi asing yang termasuk dalam daftar pemilik konsesi tersebut.
Pemerintah sebelumnya telah menunjuk satu perusahaan yang berafiliasi Singapura, yakni Hutan Ketapang Industri, yang berbasis di provinsi Kalimantan Barat.
Sementara itu, ada empat perusahaan yang berafiliasi dengan kelompok perusahaan Malaysia, dengan konsesi di provinsi Kalimantan Barat dan Riau.
Tiga di antaranya, yakni Sime Indo Agro, yang merupakan unit dari Sime Darby Plantation; Sukses Karya Sawit, yang adalah unit dari IOI Corporation; serta Rafi Kamajaya Abadi, yang merupakan unit dari perusahaan TDM.
Sementara itu hanya satu perusahaan yang beroperasi di Riau, yakni Adei Plantation and Industry, yang merupakan unit dari Kuala Lumpur Kepong Group.
Pemeriksaan lebih lanjut yang dilakukan The Straits Times menunjukkan ada dua perusahaan lain yang juga berafiliasi dengan Malaysia, yaitu Sawit Mitra Abadi, unit dari Genting Plantations; dan Tabung Haji Indo Plantation, yang adalah unit perusahaan Malaysia, Tabung Haji.
"Perusahaan-perusahaan ini memilih menghemat biaya, menghindari menyewa buldoser," kata Deputi Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam (TPSA) Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT), Yudi Anantasena
"(Padahal) biaya seperti itu tidak sebanding dengan nilai ekonomi dan gangguan kesehatan yang diderita korban kabut asap, maupun biaya yang ditanggung pemerintah untuk memadamkan api," tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/asap-di-gardens-by-the-bay.jpg)